Penyihir Dosa Mematikan v2c7
sumur di ladang: kakuyomu
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Masih ada satu bulan lagi sebelum Turnamen Seleksi Festival Seni Bela Diri.
Di Akademi Sihir Kerajaan Lapis Lazuli, banyak siswa menghabiskan waktu mereka berlatih untuk kompetisi, dan pembelajaran berubah dari dalam kelas menjadi praktik.
Alasannya adalah karena mereka semua ingin berpartisipasi dalam festival seni bela diri.
Selain itu, akademi ingin memamerkan keunggulan siswanya, jadi mereka mulai berusaha lebih keras.
Di tengah semua ini, Julis Anderberg, penyihir dosa mematikan yang bukan ahli sihir atau pendekar pedang————, juga diam-diam berlatih untuk meningkatkan kekuatannya sendiri demi tujuannya sendiri.
"Di sana, di sana! Apakah dirimu telahlah lelah, wahai muridku?"
"Ugh......! Acedia!"
Di hutan yang jauh dari ibukota kerajaan, di mana bahkan tidak ada bayangan manusia atau tanda monster.
Pertempuran sengit terjadi.
"Diriku masih belumlah selesai.————Tombak Darah."
"Apa? Guru, itu kelewat banyak......!"
Satu dari mereka adalah Musée, yang irisnya diwarnai merah.
Tombak merah kehitaman muncul di langit di atas dan dijatuhkan ke anak laki-laki yang memprotes.
Jumlahnya————sekitar 2000. Kekuatan tombaknya luar biasa, dan setiap kali ditembakkan, tombak-tombak manumbangkan pepohonan di sekitarnya.
Dan yang lainnya adalah Julis.
Menggunakan teknik sihir acedia, dia menangkis semua tombak————, tapi rona wajahnya menunjukkan ketidaksabaran.
"Teknik sihir milik dirimu didasarkan pada kekuatan mental————, oleh karena itu, jika diriku terus mengurangi kekuatan mental dirimu itu, tidak peduli seberapa kuat acedia, dirimu tidak akan bisa menangkisnya pada akhirnya, kan?"
"Anda sangat mengenal aku, Guru......!"
Julis menangkis tombak yang tak terbendung dengan ekspresi pahit.
Namun, seperti yang dikatakan Musée, teknik sihir Julis tidak menggunakan mana di dalam tubuh, melainkan menggunakan mana di atmosfer.
Apa yang dibutuhkan untuk ini adalah kekuatan mental untuk mengubah mana menjadi sihir.
Teknik sihir dari dosa-dosa mematikan sangat kuat.
Kelemahannya adalah hanya bisa dilakukan selama kekuatan mental Julis masih ada.
Dan Julis telah melancarkan banyak teknik sihir sebelum menghadapi tombak-tombak itu.
Oleh karena itu, yang pertama mencapai batas adalah————
"Superbia......!"
Adalah Julis.
Di tengah hujan tombak, Julis tidak tahan lagi dan menggeser koordinat cabang pohon jauh dengan Superbia untuk menghindari serangan Musée.
"Dirimu bisa sahaja berpindah ke tempat yang lain, tetapi berpindah ke tempat yang begitu tinggi itu karena dirimu cukuplah tinggi hati untuk berhasrat memandang rendah lawan dirimu?"
"Ten...... tentu saja...... bodoh......!"
Musée menatap Julis dan Julis balik menatapnya, dengan terengah-engah.
Tombak yang menghujani dirinya telah menghilang, dan suara benturan yang baru saja mereka buat telah menghilang seolah-olah itu adalah sebuah omong kosong. Tempat Julis sebelumnya dan daerah sekitarnya berantakan, dengan pohon-pohon tumbang dan tanah berlubang dan tercungkil.
"Nah sekarang, diriku rasa ini ialah waktunya 'tuk beristirahat. Diriku jua merasa sedikit lelah."
"Cuma sedikit setelah semua itu...... begitu."
Julis kecewa melihat Musée, yang tidak terlihat lelah sama sekali saat mengatakan komentar seperti itu, dan menurunkan bahunya.
Julis tidak menggunakan Superbia untuk ke sisi Musée, tetapi mendarat di tanah dengan kakinya sendiri.
"Dirimu masih tidak bisa menjangkauku ...... Dirimu tidak cukup baik untuk menyebut dirimu sendiri sebagai murid diriku ini."
"Diam! Aku ingin anda setidaknya memujiku karena berjuang begitu keras melawan seorang Pemberani."
"Bukankah itu cukup untuk dirimu? Lagipula, diriku ini hanyalah seorang wanita tua yang duduk di kantor kepala sebuah akademi......"
"Hei, apa yang anda seorang abadi bicarakan? Lihat diri anda sendiri di cermin dan jelaskan soal hal menjadi tua."
Para Pemberani Kerajaan.
Seratus tahun yang lalu, ketika negara berada di ambang serangan besar oleh iblis, mereka yang mengalahkan iblis————disebut Pemberani dan dipuji oleh negara dan rakyatnya.
Salah satu dari mereka, yang menyelamatkan negara dari krisis besar meskipun memiliki darah iblis adalah————Musée Albert.
Dia adalah seorang vampir, dan kekuatannya sebanding dengan vampir, iblis superior. Di atas segalanya, keabadiannya tidak rentan terhadap sinar matahari, yang merupakan kelemahan vampir, dan dia telah berdiri di medan perang dan mengubur musuh-musuhnya berkali-kali.
Hari ini, mereka yang disebut pahlawan adalah Sang Bijak dan Musée.
Dan hanya Musée, yang belum menua, yang masih mempertahankan kekuatannya.
Karena itu, dia sekarang yang terkuat di kerajaan.
Jika ada, dia bahkan akan melampaui petualang kelas-S dan kapten dari ordo ksatria kerajaan.
"Apa ini, meskipun diriku telah menyempatkan waktu menemani dirimu karena ingin melakukan pelatihan khusus, tapi ...... dirimu banyak mengeluh, bukan?"
"Aku, aku sangat menghargainya, Guru."
"Keh keh keh! Tidak apa-apa, diriku hanyalah bergurau! Dirimu dan diriku berhubungan baik...... dan diriku akan bersikap santai padamu."
Muse tersenyum senang. Irisnya telah berubah menjadi warna hitam biasa, dan tidak ada hawa yang tidak menyenangkan di dalamnya.
"Yah, aku tidak menyangka akan sesulit ini......, tapi itu mengingatkanku pada masa lalu."
"Apa, dirimu tidak terbiasa dengan tingkat kesulitan ini?"
"Aku terbiasa, tapi aku merasa sudah lama sejak aku terpojok seperti ini......"
Julis terbaring di tanah dan tiba-tiba teringat masa lalu.
Saat itu ketika dia belum bisa menggunakan teknik sihirnya,————dia tidak menghadapi sihir Musée seperti saat ini, tapi rasa sakit yang dia rasakan sama seperti dulu.
Mulut Julis secara alami ...... tersenyum karena nostalgia yang tak tertahankan.
"Omong-omong, Guru."
"Apakah itu gerangan?"
"Ini, terimalah hadiah kecil ini dariku."
Julis perlahan bangkit dan mengambil gelang kecil dari dadanya.
Itu adalah gelang yang terbuat dari tanaman langka————yang dibeli Julis di kios.
"...... Ini adalah?"
"Yah, aku ingin mengucapkan terima kasih karena guru telah membantuku dengan pelatihan kali ini.————Dan juga, aku belum pernah memberikan apa pun kepada Guru sebelumnya, kan? Guru begitu baik kepadaku, dan kita sudah lama tidak bertemu....... Yah, Guru tidak perlu mengambilnya jika tidak menginginkannya, oke?"
Julis mencoba menarik kembali gelang itu.
Tetapi————
"Hei, Nak, jangan coba berani-berani menariknya kembali."
Musée segera merebut gelang itu dari Julis.
Julis tampak ragu pada reaksinya, tetapi dengan cepat yakin.
"Begitu......ini hadiah dari dirimu, ya......fufu!'
Musée tersenyum bahagia,————tidak dengan nada bicara lawas seperti sebelumnya, tapi seperti gadis kecil yang cantik, sesuai dengan penampilannya.
(Yah, jika guru bahagia, baguslah kalau begitu .......)
Julis menengadah ke langit.
Adapun Musée————
(Fufufu ...... Diriku telah menerima hadiah dari banyak orang dalam hidup diriku, tapi ...... Diriku tidaklah pernah berpikir diriku 'kan amat sangatlah bahagia menerima hadiah dari murid .......)
Ia memegang gelang itu seperti dia sangat, sangat menghargainya.
Hadiah pertama dari muridnya, ————ke-paling-bahagiaan yang pernah ia rasakan dalam tiga ratus tahun dia hidup. Perasaan seperti itu mendominasi di dalam Musée.
(Aku ingin merancang teknik sihir baru untuk ditunjukkan pada guru,...... tapi, yah, mungkin lain kali.)
Di sisi lain, Julis memandang Musée, yang sedang melihat gelang itu dengan gembira saat dia berpikir begitu.
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE: maap baru sempet diedit & aplot...
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer