Penyihir Dosa Mematikan v2c6
sumur di ladang: Kakuyomu
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
"Enak! Enak banget, Mirabelle!"
"Benar! Sate ini enak banget!"
"Apa aku coba buat satu ya......"
"Eh? Apa kamu bisa masak, Julis-kun?"
"Ngga, ngga sama sekali. Aku kan malas."
"Terus kenapa kamu ngucapin itu......"
♦♦♦
"...... hmmm, bahkan aku, tidak bisa menangani selusin bola dengan kemampuan seperti itu. Luar biasa......, sungguh luar biasa."
"Aku sudah lama tidak melihat pertunjukan jalanan....... Apa bola itu bergerak dengan sihir atau semacamnya?"
"Tidak, itu hanya teknik, bukan? Aku tidak tahu, aku tidak punya mana, tapi sepertinya dia tidak menggunakan sihir."
"Tentu saja......luar biasa dia bisa membuat bola terbang di udara dengan kemampuan dan teknik seperti itu......."
♦♦♦
Julis dan Mirabelle berkeliaran di sekitar ibu kota.
Meskipun ada sesuatu yang sepi di tangan satu sama lain, ada senyum di wajah mereka sepanjang waktu saat mereka makan dan berbelanja dan menonton pertunjukan jalanan.
Julis berpikir bahwa berkeliling seperti ini mungkin cara yang menyenangkan untuk menikmati jalan-jalan di ibu kota. Tapi Mirabelle berbeda.
(Bu, bukankah ini...... kencan? Soalnya cuma kita berdua saja....... Asyiknya... itu sepadan sama semua usaha yang aku lakukan buat bertanya pada Julis-kun buat berkeliling!)
Itu adalah hal yang sama sekali berbeda di dalam hati daripada ketika mereka hanya berkeliaran dan jalan-jalan di kota.
Telinga Mirabelle merah sejak beberapa waktu lalu. Bahkan ujung telinga runcingnya berwarna merah cerah.
(Aku ingin tahu apa aku bisa memegang tangannya......? Apakah aku boleh? Apa Cecilia-chan akan marah sama aku?)
......Semoga beruntung, Mirabelle.
"Hmm?"
Di tengah semua ini, Julis, berjalan tanpa tujuan, tiba-tiba melihat salah satu kios.
Kemudian, perlahan, dia meraih tangan Mirabelle────
"Fuaa!?"
"Kemari sebentar, Mirabelle."
Dia menuju ke kios itu.
Mirabelle, yang keinginannya tiba-tiba menjadi kenyataan, menjadi lebih merah dari sebelumnya.
"Aku pikir Mirabelle mungkin suka ini....... Gimana? Kelihatan bagus, kan?"
Julis membawanya ke toko yang menjual aksesoris kecil.
Toko itu sedikit berbeda dari yang lain karena sebagian besar aksesori yang dipamerkan mungkin terbuat dari tanaman.
"Wow........"
Mirabelle menatap aksesoris dengan mata berbinar.
Elf hidup harmoni dengan alam. Ini bukan karena itu adalah hukum, atau karena itu tertaut pada elf, tetapi hanya karena mereka mencintai alam dan mereka paling pas untuk itu.
Mirabelle tidak terkecuali.
Dia mencintai alam. Namun, sejak meninggalkan wilayah Elf dan datang ke Akademi Sihir, Mirabelle hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berhubungan dengan alam.
Itulah mengapa dia akan mengunjungi taman sendirian di hari liburnya.
(Wow...... ini terbuat dari pohon mimosa! Dan aku ingin tahu apakah bagian liontinnya terbuat dari buah hash kering untuk membuatnya berkilau!)
Mirabelle sangat antusias melihat salah satu aksesoris dipajang.
Bagian liontin yang digantung di leher terbuat dari cabang tanpa duri, sedangkan bagian gantungannya terbuat dari buah beri merah. Itu entah bagaimana menarik perhatian Mirabelle────
"Bibi, aku mau ini."
"Ini dia!"
"Eh!?"
Julis membeli liontin itu.
Dia mengambil liontin itu setelah melihat Mirabelle melihatnya dengan mata berbinar tanpa ragu-ragu.
Kemudian, dia menyerahkan uang itu kepada penjaja toko────
"Oh! Gimanapun, itu cocok sama kamu, Mirabelle!"
────dan memasangkan liontin itu di leher Mirabelle.
Mirabelle, yang masih membeku, menatap liontin itu.
"Ini hadiah rasa terima kasihku buat hari ini. Kamu mengundangku dan kamu keliatannya suka, Mirabelle......jadi aku kasih ke sebagai hadiah."
"T, terima kasih ......, Julis-kun."
"Sama-sama. Aku seneng kamu suka."
Ucap Julis kepada Mirabelle, yang tercengang, dan mulai melihat perhiasan itu lagi.
Di sisi lain, Mirabelle memegang liontin itu di dadanya seolah-olah dia menghargainya.
(Oh tidak...... I, ini tak baik ......)
Dia sangat senang, dia tidak sanggup menahan.
Jantungnya telah berdetak kencang dan cepat sejak beberapa waktu yang lalu.
Julis, yang memberikan hadiah kepada wanita tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sepertinya sudah terbiasa dengan wanita.────Meski begitu, tindakan semacam ini masih menggerakkan Mirabelle
"Aku akan menghargai ini ......"
Liontin itu adalah hadiah yang sangat bagus untuk wanita itu.
♦♦♦
(Kalo dipikir-pikir, aku harus beli sesuatu buat Cecilia juga....... Oh, ini keliatan bakal cocok sama Cecilia!)
Julis sedang mencari aksesoris yang akan tampak cocok dengan Cecilia sebagai oleh-oleh.
Dia yakin Cecilia akan senang. Jika ini akan meningkatkan afinitasnya, dia tidak akan mengeluh. Dengan pemikiran ini, dia mengambil salah satu aksesoris.
Kemudian, Julis tiba-tiba berpikir.
(Kalo dipikir-pikir juga, aku belum pernah ngasih apa pun sama Guru.......)
Selama hubungan panjang mereka, Julis tidak pernah memberikan apa pun kepada dermawannya, Musée.
Dia telah memberi Cecilia beberapa hal di masa lalu.
Namun, dia belum memberikan tanda terima kasih atas hari-hari yang dia habiskan bersama Muse dalam pelatihan dan penelitian khusus.
"......Kupikir ini cukup bagus."
Julis mengambil satu aksesori lagi untuk diberikan kepada Cecilia dan satu lagi untuk diberikan pada gurunya.
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE:
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer