Penyihir Dosa Mematikan v2c5
sumur di ladang:
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Julis Anderberg memiliki tiga tujuan utama saat ini.
Yang pertama.
Untuk berpartisipasi dalam festival seni bela diri yang akan datang dan menang.
Semua untuk berpasangan dengan Cecilia. Namun, Julis jauh dari prestasi, gelar bangsawan, dan status yang dia miliki saat ini.
Karena kejadian sebelumnya, Julis dapat menerima hadiah dari gereja dan negara.
Namun, tampaknya mereka tidak dapat memberikan Julis gelar selama tidak dapat dipublikasikan, sehingga sejumlah besar uang dan keinginan diam-diam diberikan kepada wilayah Anderberg.
Kebetulan, itu adalah "izin resmi bagi Cecilia untuk tinggal di Anderberg" dari gereja.
Ini karena Julis sendiri ingin tinggal bersama Cecilia.
Alasannya adalah...... yah, dia hanya ingin meningkatkan peluangnya untuk menarik perhatian Cecilia. Alasan pertama adalah dia mungkin tidak bisa memenangkan hati Cecilia dalam empat tahun mereka berada di akademi────, jadi dia ingin....... melanjutkan serangannya setelah itu.
Dan yang kedua.
Ini untuk mengutarakan perasaannya pada Cecilia.
Julis tidak tahu bagaimana perasaan Cecilia tentang dia atau perasaan apa yang Cecilia miliki untuknya.
Meski begitu, jika dia tidak mengutarakan perasaannya, dia tidak akan bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama Cecilia. Julis menginginkan pernikahan berdasarkan cinta sama cinta.
Oleh karena itu, bagi Julis, yang belum pernah mengutarakan perasaannya sebelumnya, ini adalah peristiwa sekali seumur hidup────, dan itu adalah tujuannya saat ini.
Dan yang ketiga.
Ini menjadi hal yang mendesak bagi Julis saat ini────
"Aku, frustasi."
Saat ini, sepertinya hasrat seksualnya tidak bisa ditahan.
Julis berdiri sendirian di taman besar di halaman akademi dengan tangan disilangkan.
"......Udah lama aku di ibukota. Tapi gimana aku akhir-akhir ini?"
Dia bertanya pada dirinya sendiri di tempat sepi.
Julis Anderberg, penyihir dosa mematikan, 15 tahun, tidak punya kekasih.
Dia masih remaja di masa pubertasnya, dan hasrat seksualnya lebih kuat daripada orang lain.
Julis telah berada di ibu kota selama lebih dari dua bulan sekarang dan belum────melakukannya.
Ya, bahkan tidak sekalipun.......
Dia terbaring di tempat tidur atau sibuk dengan sesuatu.
Karena itu, tidak dapat dihindari bahwa dia akan kehabisan kesabaran. Sekarang Julis sendirian, tidak mengherankan jika dia pergi ke sarkem favoritnya.
Tapi...... namun────
"...... Bukannya itu bakal jadi ngga sopan sama Cecilia kalo aku pergi ke sana sekarang?"
Apa-apaan kau sekarang ini...... Mungkin kalian tidak bisa tidak berpikir begitu, tapi tolong beri dia waktu sebentar.
Julis tidak pernah menyadari bahwa dia menyukai Cecilia sebagai lawan jenis sampai sekarang. Namun, dia adalah seorang penyihir dosa mematikan yang setia pada hasratnya.
Tolong puji Julis karena bisa bertahan di sini.
(Ngga, tapi hasrat seksual pada dasarnya itu hasrat yang diperlukan buat kelangsungan hidup spesies. Sebaliknya, kalo aku ngga ngurus ini, bukannya pada akhirnya aku bakal jadi hantu yang ngga akan punya hasrat itu lagi.......?)
Dan pikirannya juga menuju ke arah yang aneh karena frustrasi yang luar biasa.
(Tapi itu bisa bikin Cecilia benci aku....... Pertama-tama, bukannya para wanita ngga punya pilihan selain biarin kita pergi ke sarkem, kan? Ngga, ibu bakal murka kalo ayah pergi ke sana, dan gimanapun juga, wanita ngga seharusnya bersama pria yang pergi ke tempat macem itu────.)
Dia menghabiskan dua puluh menit bertanya pada dirinya sendiri pertanyaan-pertanyaan seperti itu.
Sementara dia melakukan ini, waktu libur terus berlalu.
Saat itu────
"Eh? Ada apa, Julis-kun? Jarang melihatmu di taman."
Seorang gadis pirang cantik dengan telinga runcing.
Mirabelle, seorang gadis elf──── yang merupakan ras yang hidup dengan alam, mengenakan seragam sekolah meskipun hari libur, berbaur dengan taman dan menunjukkan kecantikannya.
Melihat penampilannya, Julis bertanya pada Mirabelle────
"Hei, apa pendapatmu sama cowok yang pergi ke rumah pelacuran?"
"Aku tak pikir aku sangat menyukai mereka......"
Mencapai kesimpulan, Julis, dengan alasan baja, menyerah pergi ke rumah bordil.
♦♦♦
"Yea! Ini ibukotaaaaaaaaa!"
"Ada begitu banyak orang di sini! Ini ramai banget! Beda sangat dari wilayah elf!"
Lokasi telah berubah, dan mereka sekarang berada di area pusat Ibukota.
Jalan utama, yang dipenuhi kios dan toko, bahkan lebih ramai, dengan berbagai barang untuk dijual dan restoran berjajar di sepanjang jalan.
"Tapi sekali lagi, aku ngga pernah berpikir kalo Mirabelle bakal bilang dia pengen berkeliling Ibukota."
"A, apa itu ngerepotin...?"
"Ngga sama sekali. Aku cuma pernah ke ibukota beberapa kali doang, dan aku punya hal-hal yang nyegah aku buat kesini, jadi itu ngga masalah. Makasih udah kasih aku kesempatan!"
"Senang bisa bantu......."
Mirabelle tersipu malu. Namun, Julis hanya melihat sekeliling dan tidak menyadarinya. Dia adalah pria yang sungguh disesalkan.
(Aku benar-benar pengen jajan ke sarkem terkenal di ibukota, tapi......aku mesti tahan──── demi buat nikahin Cecilia! Ya, Mirabelle sama aku, jadi aku harus bisa tahan!)
Berjuanglah...... berjuanglah, Julis.
Perlakukan dengan baik Mirabelle jika bisa.
"Ngomong-ngomong, kamu ngga sama Cecilia sama yang lainnya hari ini?"
Melihat Julis berbalik ke arahnya, Mirabelle langsung berusaha tenang.
"Kami berpisah hari ini. Kalo aku tidak kebetulan bertemu Julis-kun pas lagi berjalan-jalan, mungkin kita akan bersama."
"Gitu."
Julis menganggukkan kepalanya dengan nada ringan.
Sebenarnya, akan lebih baik jika Cecilia bersama Mirabelle, tetapi dia tidak mengatakannya di sini.
Itu bukan untuk mengatakan bahwa dia lebih suka pergi berkeliling dengan Cecilia────daripada Mirabelle.
(Yah, aku udah kasih Cecilia kristal, dan kalo...... sesuatu terjadi, aku bisa segera kesana.)
Itu hanya karena mengkhawatirkan keselamatan Cecilia.
Setelah kejadian sebelumnya, tidak ada jaminan Cecilia tidak akan menjadi sasaran lagi. Jadi Julis memberi Cecilia kristal yang sama seperti yang dia berikan pada Emilia......, tapi dia sedikit mengkhawatirkannya.
Namun, bahkan jika dia khawatir, dia tidak bisa tetap bersamanya sepanjang waktu, dan Cecilia juga membutuhkan waktu pribadi.
Julis, setelah menyimpulkan ini dalam pikirannya, berjalan tanpa tujuan tertentu. Mirabelle mengikuti di belakang, melihat sekeliling dengan ekspresi gugup di wajahnya saat mereka berjalan tanpa tujuan berkeliling ibukota.
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE:
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer