Aktris Dewani - 6 (Cerita Tambahan)
Ekstra 1 – Sudut pandang pihak ketiga
Di malam pernikahan mereka, yang digelar hanya mengundang kerabat kedua mempelai.
Tiga wanita berkumpul di rumah keluarga Fujishima.
Fujishima Yurie, ibu dari pengantin pria, Shingo.
Todo Miki, ibu dari pengantin wanita, Sara.
Dan adik Shingo, Fujishima Yuu.
Shingo dan Sara sudah memulai kehidupan bersama mereka, jadi mereka tidak akan pulang malam ini.
“Sudah lama ya sejak terakhir kali aku datang.”
“Maaf ya. Putraku kelewat ngga peka.”
Ucap Ibu Shingo, Yurie, dengan nada menyesal.
“Sara-chan, dia gampang banget dibaca. Yah, memang kakakku aja yang kelewat ngga peka.”
Yuu tertawa terbahak-bahak.
Saat Todo Sarasa memutuskan untuk mengubah nama panggungnya menjadi Fujishima Sara, hanya Shingo yang tidak sadar apa yang ia maksud.
“Ya, dia tiba-tiba bilang, “Sara-chan minta aku buat pinjamin nama keluargaku, jadi aku kasih.” Aku beneran kaget.”
“Aku bilang he dia kalau dia mesti pertimbangin lagi nama panggungnya. Tapi dia bilang “Ini dia! Ngga ada nama lain selain yang ini!”. Jadi aku ngga bisa bilang apa-apa lagi deh.”
“Yah, mungkin aja anak laki-laki sama perempuan punya pengertian yang beda soal itu.”
Kalau aku harus membela Shingo, aku akan mengatakan bahwa dia berada di kelas awal SD, dan dia terlalu naif untuk mengetahui arti sebenarnya di balik seorang gadis yang meminta seorang anak laki-laki untuk meminjam nama keluarganya.
Faktanya, Shingo hanya mengira Sara menggunakan nama belakangnya karena dia bilang “Aku malu kalo dikenalin make nama asliku”.
Anggap saja seperti itu, Miki tersenyum pahit.
“Jadi sekarang Sara-chan jadi saudari iparmu~”
Yuu ingat malam itu saat Shingo dan Sara saling menyatakan cinta mereka satu sama lain dan menjadi sepasang kekasih.
Yuu sering mendengarkan sesi latihan setiap kali Sara datang menginap, dan dia juga tidak meninggalkan rumah pada hari itu.
Dinding rumah keluarga Fujishima cukup tebal sehingga bahkan jika Sara berlatih sedikit terlalu keras, dia tidak akan menimbulkan masalah dengan lingkungan tetangga.
Meski begitu, jika dia berteriak keras, suaranya setidaknya akan terdengar di dalam rumah, jadi Yuu selalu menghabiskan waktunya membaca buku atau web novel sambil mendengarkan latihan Sara.
Ketika adegan pengakuan Sara dimulai malam itu, ia terkejut dan pergi ke depan pintu kamar Shingo untuk melihat apa yang terjadi, dan sepertinya kalimat itu kalimat yang ada di naskah, jadi dia mencoba pergi dari sana.
Namun, ada sesuatu yang tidak biasa dengan suasana di ruangan itu, jadi ia hanya berdiri di sana di depan pintu, dan sebelum ia tahu, ia bisa mendengar suara ciuman bibir mereka dan napas mereka yang menjadi semakin kasar.
Di keesokan paginya, Yuu, yang sedikit frustrasi karenanya, yang mendapati bahwa dirinya tampak seperti peeping tom, dengan hangat menyambut keduanya dengan semangkuk nasi merah.
(TLN: Peeping Tom=seseorang yang memperoleh kenikmatan seksual dari diam-diam menonton orang menanggalkan pakaian atau terlibat dalam aktivitas seksual.)
(Ini malam pertama kehidupan pernikahan mereka berdua. Aku mesti siapin nasi merah lagi pas jabang bayi mereka lahir nanti.) (TLN: ( ͡° ͜ʖ ͡°) )
Yuu diam-diam tersenyum, berpikir bahwa kali ini dia akan memasang bendera makan siang anak-anak untuk menunjukkan ucapan selamatnya.
[Bersambung]
(TLN: Bab bonus bagian 1/4 terhitung (8 September 2021, 18:18).)
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer