Aktris Dewani - 5 (Epilog Cerita Utama)
Bab 5 – Epilog
Setelah ciuman pertama kami sebagai kekasih, kami terlalu bergairah sehingga kami saling berciuman lagi lagi dan lagi, kadang-kadang bahkan menjadi sedikit lebih nakal dengan lidah kami.
Meskipun aku tidak menyadarinya, perasaan terpendam kami meluap satu demi satu, dan ketika kami akan melangkah ke tahap berikutnya, aku mendengar adik perempuanku menyela “Hei, udah aku bilang kan, buat ngga kebawa suasana!” akhirnya kami bisa tenang saat mendengar ucapan adikku dari sisi lain pintu.
Omong-omong, sarapan hari berikutnya adalah nasi merah.
――8 tahun kemudian.
“Ada apa Senior? Anda ngga keliatan baik.”
Sejak itu, aku lulus dari SMA dan perguruan tinggi tanpa masalah, dan sekarang aku bekerja sebagai bagian dari masyarakat.
“Soalnya, itu, Sara-chan-ku―”
Surat kabar dan televisi hari ini ramai dengan berita bahwa “Aktris populer Fujishima Sara menikah” dan “Bahwa pasangannya adalah orang biasa”.
Aktris Fujishima Sara telah mencapai prestasi memenangkan Penghargaan Aktris Pemeran Utama Terbaik di Penghargaan Academi di AS, menjadikan dirinya sebagai Aktris Dewani dalam nama dan kenyataan.
Bahkan para kritikus yang enggan mengevaluasinya sampai saat itu mengatakan “Aktingnya menjadi lebih terasah. Aku ingin tahu apakah ada sesuatu yang mengubahnya”, Aku merinding karenanya.
Sara dan aku melanjutkan hubungan kami, dan beberapa hari yang lalu kami akhirnya memutuskan untuk menikah.
Ketika berita itu dipublikasikan tadi malam, dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri dan bahkan di seluruh dunia, dan tampaknya beberapa penggemar bahkan mengalami fenomena “Kehilangan Sara”.
(TLN: Hari Patah Hati Nasional… wkwkwkwk)
Ngomong-ngomong, juniorku di tempat kerja libur hari ini, kudengar dia mengambil cuti berbayar dengan tiba-tiba.
(TLN: cuti berbayar adalah cuti di mana perusahaan masih memberikan upah atau gaji kepada karyawan meskipun mereka sedang melakukan cuti atau tidak bekerja. Cuti berbayar hanya berlaku bagi karyawan yang mengajukan cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan, dan cuti karyawan yang harus melakukan kewajiban negara atau melaksanakan tugas dari perusahaan.)
“Ngomongin soal Fujishima Sara, meski berakting, dia itu aktris yang ngga pernah ciuman, kan?”
Seorang kolegaku bergabung dalam percakapan.
Ya, itu adalah peran yang mengarah pada ciuman pertama itu, tetapi kenyataannya ciuman itu dipalsukan.
Setelah itu, Sara melihatku depresi, dan dia menyemangatiku.
Aku tidak akan pernah melupakan ekspresi wajahnya saat dia tersenyum nyengir padaku.
Memang, Sara tidak pernah mengatakan “aku ngga pura-pura”.
Aku malu karena aku hanya salah memahaminya, tapi itu mungkin hal yang baik karena itu menegaskan perasaanku pada Sara.
Sara memiliki reputasi akting seperti bak dewi, tetapi dia memastikan untuk tidak berciuman.
Tapi itu rahasia bahwa saat aku melihat adegan itu di kehidupan nyata, aku bingung karena itu tampak mereka benar-benar berciuman.
Orang-orang mengatakan bahwa dia melakukannya untuk mempertahankan popularitasnya dengan para penggemar, tetapi aku yakin seyakin-yakinnya bahwa itu tidak benar sama sekali, bahkan jika itu keegoisanku belaka.
“Ah, ngomong-ngomong, aku juga menikah. Cuma kasih tahu saja.”
Aku menunjukkan jari manis tangan kiriku, di mana cincin nikahku berada.
Di tempat kerja kami, kami memiliki aturan perusahaan yang melarang kami mengundang satu sama lain ke pesta pernikahan atau memberikan hadiah ucapan selamat di antara kami. Aku mendengar bahwa alasannya adalah karena hadiah yang diberikan bos kepada bawahan mereka cukup ketat dan mereka menangisi itu, tetapi kami bersyukur untuk itu.
“Hmm, selamat ya. Yah, dia istrimu, aku yakin dia hanya gadis biasa. Jaga istrimu yang baik ya.”
“Pastinya, makasih banyak ya.”
“Meski gitu……”
Senpai sedang melihat gambar tertentu di internet.
Gambar itu adalah sketsa diriku, orang yang diumumkan Sara sebagai suaminya ketika dia mengumumkan pernikahannya kepada publik.
Gambar itu seharusnya digambar oleh Sara sendiri, tapi dia tidak pandai menggambar, jadi itu digambar oleh teman masa kecil kami yang lain.
Itu sebabnya sangat realistis, dan sejujurnya, kemiripannya sangat dekat sampai-sampai taraf menakutkan.
“Wajah suaminya mirip sama kamu, ya? Yah, pria di foto ini lebih tampan, sih.”
“Apa gitu? Yah, ada banyak orang dengan wajah mirip aku.”
“Ya, tapi ada sesuatu yang buat aku kesal. Hei, biarin aku hantam mukamu sekaliiii aja.”
“Eh, bentar, tolong jangan~”
Ada laporan bahwa beberapa divisi tidak dapat bekerja hari itu, dan waktu perlahan berlalu seperti ini.
“Aku pulang―”
“Selamat Datang di rumah. Apa ayang mau mandi, makan, atau diriku~”
“Apa itu dari drama mendatang?”
―Sejak kami tinggal bersama, Sara kadang-kadang melontarkan akting padaku.
“Ya ampun, kok bisa tahu?”
Karena saat Sara jadi Sara si aktris, ruang terdistorsi dan dunia di sekitar berubah.
Aku tak mengatakan itu. Lalu saat aku mengatakan padanya “Aku tahu segalanya soal Sara” dia menggembungkan pipinya dengan manis, wajahnya merah padam, dan dia berlari kembali ke dapur.
Sekarang itu tampaknya biasa saja.
Ketika aku menikahinya, aku juga mengatakan padanya bahwa dia bisa terus berakting atau berhenti. Bagaimanapun itu adalah jalan pilihannya.
Aku tidak menikahi sang aktris dewani, Fujishima Sara.
Tapi aku menikahi teman masa kecilku, Todo Sarasa.
Hidangan makan malam dimalam ini memiliki satu lauk lebih dari biasanya.
[Tamat]
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer