Mushoku no Eiyuu Chapter 27 – Bukankah Itu Kalimat Yang Sangat Kasar!?

Chapter 27 – Bukankah Itu Kalimat Yang Sangat Kasar!?

dipantaw oleh: ASW
saos: syosetu
◆ ◇ ◈ ◇ ◆

“To- tolong aku!”

Seorang pemuda yang berlumuran darah berlari ke arah kami.
Dia berlari dengan begitu tergesa-gesa, nafasnya juga kasar.

“Ada apa?”
“Te- teman-temanku......!Teman-temanku sedang dalam bahaya! Kumohon! Tolong mereka!”

Pemuda itu memohon.

“Aku mengerti. Jelaskan detailnya saat kita berlari.”

Dan Raina mengangguk menyanggupinya.
Dia memiliki rasa keadilan yang kuat yang tidak bisa mengabaikan orang lain yang sedang dalam kesulitan.
Di sisi lain, adalah Lilia yang menunjukkan kesulitan.

“Tung- Tunggu sebentar. Tidak, bukannya aku tidak mau mengulurkan tangan, tetapi apa kami akan mendapat bayaran yang sepadan dengan usaha kami nanti?”

Sungguh wanita yang serakah.
Pemuda itu tampak bingung sejenak.

“Te- tentu saja! Jika itu uang, aku akan memberimu segalanya nanti!”
“Jika begitu ayo pergi! Arel-san juga oke kan?”
“Ya.”

Resiko dari eksplorasi dungeon ditanggung masing-masing orang.
Jadi aku tidak mau tahu apa yang mereka lakukan,

◇ ◈ read only at asw-tenan ◈ ◇





“Mungkinkah disana ada [Upper-Advance Class] Living Armor?”

Mencapai lantai ini berarti pemuda ini dan rekan-rekannya haruslah cukup kompeten.
Jika mereka dalam keadaan bahaya, maka mereka mungkin menghadapi musuh yang kuat.
Jika demikian, masuk akal untuk membantu mereka.

“.....Aku rasa aku dan Arel-san punya kemiripan.”
“Itu tidak sopan. Aku tidak ingin bersama Lilia sendirian.”
“Kalimat itu, bukankah itu sangat kasar!?”

Kami dipandu oleh pemuda itu dan bergegas menuju ke tempat teman-temannya berada.

“Disana! Teman-temanku ada di ruangan itu........!”

Kami kemudian langsung masuk ke ruangan yang ditunjukkan oleh pemuda itu.
Namun,

“...........Fumu?”
“Tidak ada apa-apa?”
“Apa maksudnya ini?”

Tidak ada pertempuran sengit seperti yang aku harapkan, hanya ada ruangan kecil yang kosong tanpa apa-apa.

“Hahahaha! Sungguh bodoh! Kalian mengambilnya! (termakan jebakan)”

Menoleh ke belakang, terlihat sosok pemuda itu tersenyum mengejek dari luar pintu masuk.

Segera setelah itu, lantai di bawah kakiku menyala.
Terdapat lingkaran sihir yang terpasang disana.

“Ja- jangan-jangan ini......... perangkap transisi!?”
“Ap........”

Lilia dan Raina tersentak.
Fumu.
Rupanya kami ditipu oleh pemuda itu.

Sesaat berikutnya, kami diselimuti oleh cahaya yang meluap dari lingkaran sihir.
Dan setelah perasaan mengambang yang tidak menyenangkan, aku perhatikan, kami terlempar ke ruangan yang sama sekali berbeda.

“Perangkap transisi....... Dengan kata lain, perangkap yang secara paksa memindahkan sesorang ke tempat lain ya.”

Aku berbisik sambil mengamati sekitar.
Ruangan yang sungguh megah.
Mungkin karena dindingnya dan pilarnya yang didekorasi dengan indah, sehingga ruangan ini terasa seperti kuil yang megah.

“......Aa? Ke-ke-ke- kenapa aku juga!?”

Aku mendengar suara laki-laki dari arah belakang.
Melihat kebelakang, disana ada pemuda yang menjebak kami.

“Sial!? Tidak mungkin aku juga terjebak bahkan dari luar pintu masuk!? Ini bukan leluco――――bu geh!?”

Alasan mengapa perkataan pemuda itu tiba-tiba berubah menjadi jeritan kesakitan adalah karena Lilia meninju wajahnya tanpa ampun.
Wanita yang selalu menyembunyikan dirinya dalam topeng kucing, kini mengungkapkan sifat aslinya.

“Oi bajingan? Apa maksudnya ini, ah? Siapa yang memerintahkanmu? Bicara. Atau kubunuh kau.”
“Hiii~!?”

Menerima tekanan yang membuatnya ketakutan, Pemuda itu dengan mudah membocorkan informasi.

“A-aku diperintah oleh ketua guild Black Blade! Aku berasal dari guild lain, ini karena bayaran uang.....! Mungkin, dia tidak suka kalian tampil di Piala Dewa Pedang! Jadi, dia mencoba menyingkirkan kalian di dalam dungeon!”
“Begitukah.”
Bu go~!?”

Lilia sekali lagi meninju wajah pemuda itu,

“Yah, kupikir akan jadi seperti ini........ Meski begitu, itu sia-sia.”
“Apakah dia itu pendekar pedang terbaik di kota.”
“Sungguh. Melakukan tindakan yang kotor untuk mempertahankan posisi. Kota pedang telah jatuh begitu dalam sehingga orang seperti dia bisa berdiri di puncak.”
“Benar-benar tidak meyakinkan mendengarkan kata-kata itu keluar dari Lilia yang kalah dari lawan.”
“Arel-san, apa kamu benar-benar memiliki kepribadian yang baik?”

Aku tidak ingin mendengar itu dari Lilia.

“Daripada itu, akan lebih baik kalau kita segera keluar dari tempat ini. Kemana arah jalan keluarnya?”
“A- aku tidak tahu! Tapi, jika sesorang terjebak dalam perangkap itu, orang itu tidak akan pernah bisa kembali........Aa~.............Kalau tahu hal seperti ini akan terjadi, aku tidak akan menerima pekerjaan itu............”

Ditanyai oleh Raina, pemuda itu menjawab dengan wajahnya yang membiru.

Dan pada saat itu.
Di bagian belakang ruangan, Formasi lingkaran sihir yang sama seperti perangkap sebelumnya muncul.
Pilar cahaya naik dan bersinar terang menyinari sekeliling, kemudian disana suatu sosok muncul.

“Hou, itu adalah Living Armor yang belum pernah aku lihat sebelumnya.”

Living Armor yang muncul di dalam dungeon ini tampaknya memiliki warna armor yang berbeda tergantung class-nya.
Sampai saat ini, aku telah melihat yang berwarna perunggu, biru, hijau tua, abu-abu, merah muda, dan lain-lain. Tetapi ini adalah pertama kalinya aku melihat yang berwarna emas.

Entah mengapa, aku punya banyak ekspektasi padanya.

Sambil memikirkan itu, aku mendapati wajah Lilia memucat.

“............A- armor emas......... i- itu bohong bukan.........”
“Apa kau tahu itu?”

Lilia mengatakan identitas dari Living Armor itu sambil gemetaran.

“Living Armor [Superior Class], [Sword God]......”

超級職 – Chō-kyū-shoku (Superior Class)剣神 – Kenjin (Sword God)

◆ ◇ ◈ ◇ ◆


<< NEXT >>

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
4 Comments
  • KaiToranslation
    KaiToranslation 15 September, 2019 16:42

    thanks for chapter

    • Mbah Du-chan
      Mbah Du-chan 15 September, 2019 18:24

      Masama gan... (y)

  • kiran
    kiran 15 September, 2019 19:03

    lanjoet

    • Mbah Du-chan
      Mbah Du-chan 15 September, 2019 19:17

      Shiiiiiippp gan... (y)

Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan