KnO Chapter 20 – Perasaan Yang Kusadari (Helen)



Chapter 20 – Perasaan Yang Kusadari (Helen)

pantawed by: ASW 


* * * * *
“Uun, apa yang harus kubuat untuk makan malam hari ini? Sekarang Redius sedang menjalani ujian akhir oba-sama, tergantung dari hasilnya...... bisa saja tersesat.” 

Aku berdiri di dapur dan memegangi kepalaku sambil melihat bahan masakan. Kemarin, kenalan oba-sama yang dipanggil Raven-san datang bersama rombongannya. 

Tampaknya, tujuan datangnya untuk meminta oba-sama berpartisipasi dalam perang yang akan terjadi antara kerajaan Albast dengan kerajaan Britaris. Tapi, oba-sama telah menolaknya. 

Aku juga diminta, tetapi aku menolaknya. Aku tidak tertarik dengan perang. Aku tidak ingin pergi ke tempat seperti tempat orang-orang akan membunuh dirinya sendiri. 

......Akan tetapi Redius akan berpartisipasi. Jika berpikir demikian, jantungku menjadi berdetak kencang. Aku ingin tahu perasaan apa ini. Karena aku khawatir rentang Redius?.... Mungkin begitu, tidak, tentu saja! Itu pasti! 

Tapi, ketika melihat wajah Redius sekilas.... uuuu, aku tak bisa melihatnya langsung. Aku ingin tahu perasaan apa ini sebenarnya. 

Setelah itu, oba-sama memberi tahu Redius tentang jadwal besok dan lusa, lalu pergi ke suatu tempat dengan Redius, kupikir mungkin mereka ke sarang makhluk iblis. 

Pada sesi pelatihan murid oba-sama, sebuah desa yang tidak memiliki uang dan tidak bisa membuat permintaan di guild petualang, ada sarang makhluk iblis disekitar desa, karenanya mereka pergi menekan monster yang membludak yang ditemukan di gunung. 

......Ketika aku ditinggalkan di sarang orc oleh oba-sama, aku menangis ketakutan. Karean saat itu aku berumur 8 tahun! Berulang kali aku berpikir itu gila melakukan hal itu pada anak kecil sebagai “pelatihan!” dan memasukkannya ke sarang iblis. 

Kelihatannya itu tidak berbahaya sama sekali, tapi bagiku itu seperti trauma yang terus muncul dalam mimpiku selama berbulan-bulan. 

Redius telah berlatih seperti itu. Setiap hari pulang dengan aman, sudah jadi keseharianku untuk menatap menunggunya pulang. 

Dalam hal itu, Jiak aku menyiapkan setelah dia pulang, kupikir, untuk membuat perayaan itu mewah takkan sempat kecuali jika aku menyiapkannya dari sekarang. Aku ingin tahu apa yang harus kulakukan 

..... Yosh, disini aku akan mempercayai Redius. Saat berpikir begitu, jika saja itu lebih awal. Aku akan membuat masakan menggunakan bahan spesial yang biasanya tidak kugunakan. 

Saat kusadari, sudah 2 jam.... Aku membuat terlalu sedikit. Beberapu sudah agak dingin, tapi ini bisa dihangatkan lagi dengan sihir api. 

Lalu saat disajikan. 

“Aku kembali” 

“Aku pulang” 

Oba-sama dan Redius telah pulang di pintu. Pakaian Redius basah kuyup dengan warna kemerahan, tapi tampaknya tidak ada cedera. Apa dia sudah disembuhkan dengan Potion? 

“Oba-sama, bagaimana?” 

Aku senang dia pulang ke rumah dengan selamat, tapi hasilnya juga penting. Aku dengan deg-degan bertanya pada oba-sama. Kenapa aku begitu berdebar-debar seperti ini! Aku berpikir begitu, tapi sudah kuduga aku berdebar-debar. 

“Nn? Oh, dia lulus. Kupikir jika dia pergi berperang dari kesempatan 50:50 dia bisa bertahan hidup. Yah, perang itu tak tentu karena kita tak tahu apa yang akan terjadi.” 

Saat aku mendengar jika Redius lulus, aku dengan lembut meletakkan tangan di dadaku... Kenapa aku begitu khawatir. Oba-sama menatapku dan menyeringai. Redius bermain dengan Ropo tanpa mengetahui pikiranku. Sudah sudah sudahlah! Aku tak tahu! 

Tapi syukurlah makanan itu tidak sia-sia. Sementara Redius mandi dan berganti pakaian, aku mengatur piring di meja. Kemudian siap. 

“Uwaaa~! Hari ini sungguh mewah! Apakah ada perayaan?” 

Redius yang keluar darikamar mandi mengatakan hal itu. Dia benar-benar tak tahu? Aku melihat Redius berpikir seperti itu, aku tak mengerti. Kenapa kau tak mengerti. 

“Bodoh kau Redius, karena kau mengikuti ujian, helen membuatnya sebagai perayaan untukmu.” 

Tunggu, oba-sama! Jika mengatakannya dengan terang-terangan, itu, memalukan. Aku melihat ke Redius dengan sedikit pandangan ke bawah. 

“Benarkah! Terima kasih banyak, Helen-san!” 

Dia mengatakan sambil tersenyum. Uuu~. Aku malu ketia dia berkata dengan senyuman itu... Aku akan pergi memasak dan melakukan kesalahan. Redius membantuku, lalu 

“Kalau begitu, untuk kelulusan Redius....” 

“““Cheers!””” 

“Guu~” 

Hanya tiga orang dengan satu anak laki-laki. Pperayaan kelulusan Redius dimulai. Dengan lahap Redius memakan semua hidangan yang kubuat. Aku senang dia menikmatinya. Tapi, disana Redius 

“Tapi, bagaimana jika aku tidak berhasil mendapatkannya?” 

Dia bertanya. Aku tidak ingin dia terlalu banyak bertanya hal itu. Karena itu memalukan untuk menjawabnya. Tapi dia tidak akan menyerah jika aku tidak menjawabnya. 

“A-aku akan percaya, a-aku percaya!” 

Jadi aku mengatakan dengan jujur. Aku memalingkan wajahku dengan malu.... aku tak bisa melihat wajah Redius sekarang. Aku terlalu malu. 

Tapi, seperti yang diharapkan, aku khawatir dengan respon Redius,ketika kulihat Redius, dia memegang mulutnya dengan tangannya dan memalingkan wajahnya. ....itu menyedihkan seperti itu. 

Dengan kami yang seperti itu, oba-sama menonton. 

“Kalian berdua! Benar-benar! Jadi, kapan Redius akan berangkat dari sini? Karena aku akan mengirimkanmu ke Kerajaan Albast, jadi tak perlu terburu-buru.” 

aku terkejut, api aku akan memastikan Redius. Begitukah. Apa Redius akan pergi dari sisi setelah lulus? Tapi, perang akan berlangsung tahun depan, kan? Berarti kamu masih akan disini. Meskipun kupikir begitu 

“Kupikir aku akan berangkat dalam tiga hari.” 

“Eh!?” 

Mengatakan demikian. Aku mendapat kejutan tiba-tiba, tapi oba-samatidak terkejut. Aku ingin tahu apa oba-sama sudah memperkirakannya. Lalu Redius mengatakannya. 

Ketika oba-sama bertanya alasannya, Redius mengatakan dia ingin melihat negeri itu. Tapi, itu tidak harus secepat ini. Aku dipenuhi pikiran mengapa jantungku berdetak kencang. 

Setelah itu, berbicara dengan Redius menjadi menyakitkan. Redius sepertinya ingin berbicara sesuatu, aku menjadi semakin sakit dan tak tertahankan. Kurasa aku harus minta maaf pada Redius. 

Kemudian, dimalam sebelum keberangkatan. Redius mengatakan akan bersiap-siap hingga akhir dan akan pergi tidus. 

Aku tak dapat merbicara sampai menit terakhir. Aku yang terburuk. Seperti seseorang yang sangat depresi. 

“Apa kamu akan baik-baik saja dengan itu, Helen?” 

Oba-sama mengatakan hal itu. Bagaimana aku harus menjawabnya? 

“Kamu sudah menyadarinya kan, perasaanmu terhadap Redius.” 

........ Perasaan pada Redius. Benar. Aku sudah menyadarinya. Aku hanya berusaha untuk tidak memikirkannya. Aku menyukai Redius. Aku mengangguk dalam diam. 

“Kalau begitu, katakan itu pada Redius.” 

Lalu oba-sama mengatakan itu. 

“Tapi jika aku mengatakan hal itu pada Redius yang akan pergi dari sini besok, itu akan mengganggunya....” 

“Kamu sungguh bodoh. Apa kamu pikir jika kamu mengatakan padanya sebelum dia ergi, apa dia akan menahan diri? Sebaliknya. Biar kuberi tahu sebelum dia pergi, kamu hanya perlu menjadi tempatnya untuk pulang. Karena jika seseorang punya tempat untuk kembali, ia akan dapt melakukan yang terbaik.” 

Aku adalah tempat Redius akan kembali. Aku bertindak segera dengan pemikiran itu. Mandi dan membuat seluruh tubuhku lebih bersih dari biasanya. Dari laci, dari tempat itu, adalah pertandingan, akua akan memenangkannya, aku memilih pakaian dalam dan mengenakan pakaian tidur favoritku. 

Memastikan tidak ada yang aneh di depan cermin. Bagus! Mungkin aku akan gugup berpikir bahwa tidak akan ada hari lain jika hatiku mundur selain hari ini. Tapi kurasa aku tak akan bisa mengatakannya kecuali aku mengatakannya hari ini. 

Aku datang ke kamar yang digunakan Redius. Huu~ haa~ huu~ haa~. Baiklah. Yosh! 

Aku tak pernah mengetuk kamar Redius. Lalu pintu itu terbuka, redius memandang keluar. Ketika aku melihat wajah Redius, jantungku berdebar dengan cepat. Tapi aku aku harus tenang, diriku 

“Se-sekarang, apa kamu baik-baik saja?” 

Berusahalah mengatakannya. Seorang gadis, Helen Ragless. Untuk satu pertarungan terbesarnya!. 


* * * * * 

 Prev | Next

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan