KnO Chapter 19 – Perasaan Yang Kusadari

Chapter 19 – Perasaan Yang Kusadari


* * * * *

“Baiklah, selamat atas kelulusanmu Redius” 

“““Cheers!””” 

“Guu~” 

Makan malam hari ini adalah hidangan yang spesial untuk perayaan atas kelulusanku. Rupanya Mistrea-san telah memperhatikanku ditempat yang tidak kutahu setelah meninggalkanku. Karena itu aku harus mengrahkan semuanya. 

...Aku ingin mendengar dari baba sialan itu, setelah membawaku kembali(menjemput), meskipun kupikir aku akan mati saat berada di kawanan orc. 

Mistrea-san yang menyaksikan pertarunganku dengan para orc, jika aku pergi bertarung, aku diberitahu akan lulus jika mampu bertahan hidup dalam keadaan yang kesempatannya 50:50. 

Yang kukerahkan ke para kawanan orc adalah hasil pelatihanku saat dikelilingi atau dikepung. Tidak berpikir seperti manusia atau menggunakan seni bela diri, memiliki banyak kekuatan tetapi hanya menjadi ancaman jika dikelilingi olehnya, tampaknya itu adalah ujian untuk keputusan apa yang harus kulakukan ketika terkepung. 

Aku mencoba semuanya, tapi sepertinya tak apa jika kupikir tidak mungkin untuk melarikan diri. Aku ingin mendengarnya diawal, aku tidak akan lari jika aku mendengarnya, mungkin. 

Makan malam merupakan hidangan mewah yang dimasak Helen-san. Karena aku lulus, sepertinya dia memberiku hidangan spesial hari ini. Tak satupun yang terlihat tidak sedap. 

Jika aku bertanya apakah dia menerimanya. 

“A-aku akan menerimanya, p-percayalah!” 

dia memberitahuku dengan memalingkan wajahnya... apa itu? Imutnyaa. Aku memalingkan wajahku sambil memegang mulutku. Wajahku yang seperti ini tidak boleh dilihat Helen-san. 

Helen-san membuat wajah yang sedikit sedih, tetapi lebih baik daripada melihat wajahku ini...... tapi, aku tak ingin melihat wajah sedih Helen-san. 

“Kalian berdua! Benar-benar! Jadi, kapan Redius akan berangkat dari sini? Karena aku akan mengirimkanmu ke Kerajaan Albast, jadi tak perlu terburu-buru.” 

melihat kami berdua seperti itu suara Mistrea-san bergetar (gregetan), tapi dia memberiku tawaran yang sangat membantu. Tapi. 

“Kupikir aku akan berangkat dalam tiga hari.” 

“Eh!?” 

“Hee. Kenapa?” 

terkejut atas jawabanku, Helen-san mengangkat suaranya. Mistrea-san bertanya dengan tenang. Apakah dia sudah memprediksinya. 

“Aku ingin sedikir berkeliling negeri. Aku tak tahu banyak hal diluar.” 

Aku tidak pernah keluar dari mansion selama 10 tahun sejak aku lahir. Aku tidak diperbolehkan keluar dari mansion. Terlebih, kurang dari sepekan setelah meninggalkan rumah, aku “dibunuh”. Karena itu aku kurang pengetahuan. 

Setelah itu, Mistrea-san dan Helen-san menolongku, mengajariku berbagai hal, akan tetapi aku tak pernah masuk ke kota, aku berada di rumah ini. Alih-alih bebas untuk bepergian, aku malahan sekarat dalam pelatihan. 

Jika ada yang berbelanja, Mistrea-sanlah yang akan membelinya menggunakan transisi (ten’i). biicara tentang satu-satunya yang dapat kulakukan diluar yakni menghadapi dengan Ropo dalam pelatihan, atau Mistrea-san melemparkanku ke suatu tempat. 

Karena rumah ini derada di kaki gunung diluar kota, tak ada yang datang. Tamu tampakna datang sesekali, kadang-kadang. Karena tak ada hubungannya denganku. Itu adalah orang lain yang datang setelah sekian lama setelah Raven-san. 

“Begitukah. Jika Redius punya pemikiran seperti itu, aku akan mengirimmu ke perbatasan Albast. Sekitar satu bulan dengan kereta. Dan diperlukan 4 hingga 5 bulan dengan berjalan kaki, kamu akan mencapai kerajaan. Apa kamu baik-baik saja?” 

“Ya, itu sudah cukup.” 

ada sekitar satu tahun lagi hingga perang. Berkeliling melihat negeri selama setengah tahun, lalu setengah tahun sisanya akan baik jika bisa masuk kedalam tentara. Setelah itu aku akan mengajukan banyak pertanyaan pada Mistrea-san tentang kerajaan. 

Tampaknya ada dojo aliran pedang di kerajaan, dan jika kau menunjukkan nama Mistrea-san tampaknya kau bisa masuk. Pastinya kau harus menunjukkan semacam jimat yang menunjukkan bukti sebagai murid Mistrea-san. 

Dan untuk Master dojo, adalah mereka yang mencapai tingkat senior atau lebih tinggi. Aku meminta mereka untuk melihat teknikku. Dan lulus jika mereka mengakuinya. 

Untuk tingkat lanjut hingga mahir. Tampaknya jika kau ingin sampai di tingkat raja, kau harus diterima master tingkat atas atau satu master tingkat raja. 

Aku juga mendengar berbagai toko senjata dan penginapan yang direkomendasikan Mistrea-san, jadi kupikir aku akan pergi kesana juga. 

Mistrea-san memberikanku uang untuk bepergian. Tampaknya itu adalah hasil penjualan bagian-bagian iblis yang kukalahkan ke pedangan kenalannya. Untuk tambahan ketika datang waktu aku pergi. 

Aku diberi tas berisi uang. Dan ketika kulihat didalamnya, ada tiga koin emas besar, satu koin emas, tiga koin perak besar, empat koin perak kecil dan enam koin tembaga. 

Totalnya ada 386.600. aku melihat koin emas besar untuk pertama kalinya. Aku telah menghasilkan banyak uang dalam tiga tahun ini. Aku tak memperhatikannya sama sekali. 

Tampaknya sebagian beras berasal dari goblin dan orc, tapi sepertiganya kelihatannya dari ular twinhead. Semua bagian dari ular itu dapat dijual, dan katanya cukup mahal. 

Setelah mendengarkan berbagai cerita sambil menyantap hidangan yang lezat, akan tetapi harus berakhir hari itu juga. Namun, jelas warna wajah (suasana hati) Helen-san tidak bagus. 

Lalu, dimalam sebelum keberangkatan. 

“Haa~. Besok waktunya berangkat ya~? Kurasa sudah lama tapi terasa sebentar.” 

Aku melihat kamar yang sudah dibersihkan dalam dua hari ini. Aku banyak berhutang budi pada kamar ini yang telah tertutupi goresan. Keterikatan secara alami muncul. 

Barang bawaanku yaitu satu tas bahu dan pedang. Setelah sampai di Kerajaan Albast aku akan melengkapinya. Aku tak sabar untuk melihat-lihat berbagai kota. Akan tetapi. 

“.... Tampaknya, Helen-san punya beberapa tambahan.” 

Meskipun setelah berbagai macam hal yang kupikir itu menyenangkan dan membahagiakan, seperti yang kupikirkan Helen-san memikirkannya tentang aku mengatakan akan pergi setelah 3 hari pada hari perayaan sebelumnya, Helen-san menghindariku. 

Tak peduli berapa banyak aku mencoba bicara dengannya, karena aku memiliki hal yang harus dilakukan, aku dihindari. Bahka selama pelatihan dan makan. Pada akhirnya tampaknya aku telah dibenci. 

Dan ironisnya dengan keadaan yang seperti itu dan akhirnya aku menyadari. Maksudku, aku menyukai Helen-san. Aku benar-benar bodoh karena tidak menyadarinya sampai saat ini terjadi. 

Namun itu juga tak dapat dihindari. Meski aku akan membenci diriku sendiri aku ingin berbicara denganmu, aku ingin meminta maaf pada Helen-san. Akhirnya akhu hanya akan pergi. Aku akan membasahi bantal dengan air mata, tetapi aku ingin kamu memaafkanku. 

Jadi malam ini ketika aku berpikir untuk tidur 

Tok tok. Aku mendengar suara ketukan pintu. Dan ketika membuka pintu untuk berpikir siapa itu, disana 

“Se-sekarang, apa kamu baik-baik saja?” 

Helen-san yang seharusnya membenciku, datang. Apa yang sebenarnya terjadi? 


* * * * *
End of Chapter

Prev | Next

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan