Penyihir Dosa Mematikan v2c4
Posted in
Mahou Gakuen

Sang Penyihir Dosa Mematikan dari Akademi Sihir
Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi
Arc 2 Festival Seni Bela Diri
Festival Seni Bela Diri Adalah
sumur di ladang: Kakuyomu
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
"Festival Seni Bela Diri tahunan adalah acara di mana perwakilan akademi dari berbagai negara bersaing menunjukkan kehebatan mereka."
Julis dan teman-temannya sedang duduk melingkar sehingga mereka bisa melihat wajah satu sama lain di tengah suara pedang yang saling beradu.
Emilia menjelaskan semuanya kepada Julis, yang tidak tahu apa-apa tentang festival seni bela diri. Julis mendengarkan penjelasan ini dengan Cecilia di pangkuannya, yang masih cemberut dengan pipi menggembung.
Emilia dan Mirabelle juga tampak sedikit cemberut.
"Pertama-tama, untuk berpartisipasi dalam festival, engkau harus memenuhi syarat untuk salah satu dari dua kursi yang diperebutkan untuk setiap kelas angkatan."
"Tentu saja, dua kursi tidak hanya untuk akademi ini────, tetapi untuk semua kelas angkatan di negara ini."
"Hmm hmm...... Jadi itu artinya, aku harus nyingkirin semua peserta lain dari kelas yang sama di negara ini────, kan?"
"Tepat sekali, Julis-sama."
Saat ini, ada delapan akademi sihir di Kerajaan Lapis Lazuli, termasuk yang akademi ini.
Di akademi ini, ada sekitar 200 siswa per kelas. Jika akademi lain dimasukkan, akan ada sekitar 2.000 siswa. Peluang mendapatkan salah satu dari dua kursi itu──── cukup sulit.
"...... Hey, apa kemungkinan masuk ke festival seni bela diri itu gitu susahnya? Kenapa mereka ngga ngebiarin semua orang yang mau buat berpartisipasi?"
"Tapi Julis-kun, kalau begitu, jumlah peserta festival bakal sangat banyak."
"Memang, jika engkau berpartisipasi dalam festival, engkau akan menjadi pusat perhatian seluruh negara. Selain itu, jika engkau menang, engkau mendapatkan hadiah, dan bahkan jika tidak, engkau dapat menunjukkan bahwa engkau cukuplah kompeten untuk berpartisipasi dalam festival────. Itu sebabnya semua orang ingin berpartisipasi dalam festival."
"...... Begitukah?"
Julis terkulai dalam kekecewaan.
Tampaknya perjalanan Julis masih panjang untuk mencapai tujuannya.
"...... Omong-omong, yang mau berpartisipasi, angkat tangan."
Julis bertanya kepada semuanya.
Cecilia yang duduk di pangkuannya──── dan Mirabelle, tidak mengangkat tangan mereka.
"Hampir semua!?"
"Jelas dong aku mau ikut, Julis! Aku mesti pamerin ke seluruh dunia otot-otot mulia nan agung ini!"
Mengatakan ini, Ricardo berpose untuk memamerkan otot bisepnya.
Dia agak terbakar gairah.
"Aku bisa ngerti kalo itu Anastasia──── tapi, yang ngejutin. Aku ngga percaya Mirabelle ngga ikut tapi Emilia ikut."
"Aku ngga bener-bener menginginkan kehormatan atau apa pun, juga aku ngga berharap untuk mendapatkan hadiah apa pun~. Jadi, kali ini aku mau bersorak sama Cecilia-chan sebagai gantinya!"
"Aku ngga sabar buat bersorak sama kamu! Ayo bersorak buat semuanya!"
"Ya, Cecilia-chan!"
Mereka berdua benar-benar berteman baik, saling tersenyum satu sama lain.
Adegan itu agak menghangatkan hati bagi Julis.
"Daku menghadiri akademi ini dengan maksud untuk mengembangkan kemampuan daku......jadi tentu saja daku tidak punya alasan untuk melewatkan kesempatan ini untuk bertarung melawan orang-orang kuat."
"...... Apa Emilia itu seorang pecandu tarung?"
"Fufu, daku akan membiarkan engkau menafsirkannya sendiri."
Emilia tersenyum elegan dengan tangan menutupi mulutnya.
Senyumnya sepertinya memiliki maksud tertentu, dan Julis sedikit ngeri.
"Ah-hem! T, terus? Gimana mereka mutusin siapa yang dapat dua kursi itu?"
Cecilia pindah ke Mirabelle, dan Julis, yang lututnya kesepian, bertanya.
"Daku yakin bahwa dua kursi untuk setiap angkatan kelas akan diputuskan pada kompetisi seleksi akademi yang akan datang bulan depan. Kemudian dua kursi dari masing-masing akademi akan saling bertarung untuk memutuskan siapa yang akan menjadi dua kursi untuk festival seni bela diri."
"Pada festival seni bela diri, siswa dari semua angkatan kelas akan bersaing satu sama lain dalam format turnamen. Tentu saja, terkadang siswa dari angkatan yang sama saling bertarung, dan terkadang siswa dari negara yang sama saling bertarung."
"......Hm~mm."
Julis mengangguk dengan nada ringan.
(Berarti aku bisa ngelakuin beberapa pelatihan khusus buat itu...... itu mungkin kesempatan bagus untuk nguji "itu".)
Julis tersenyum pada periode waktu yang ditentukan.
"Seperti biasa, kamu sepertinya punya banyak waktu luang."
Anastasia menatap Julis dengan senyum di wajahnya dan memberinya ekspresi takjub.
Adapun Julis, dia tidak bermaksud seperti itu sama sekali.
"Ya ampun, ngga mungkin aku punya lah, dasar talenan."
"Huh? Ngomong apa kau?"
"Hii! Aku ngga ngomong apa-apa!"
Julis meminta maaf dengan hormat yang kuat di depan pedang tipis yang terhunus di tenggorokannya.
Sepertinya Acedia-nya tidak bisa berhasil digunakan pada Anastasia yang sudah menjadi dalam wujud iblis.
"Memang, daku pikir bahkan Julis-sama mungkin mengalami kesulitan kali ini."
"Ah, seingatku, aku diberitahu bahwa Pahlawan akan berpartisipasi kali ini?"
────Pahlawan.
Itu adalah sosok yang dipanggil dari dunia lain untuk mengalahkan Raja Iblis dan dipilih oleh Pedang Suci.
Dikatakan mampu meluluh lantakan gunung, memurnikan iblis, dan melampaui kecepatan suara. Fakta sebenarnya adalah, tidak ada yang tahu seberapa banyak kebenarannya.
"Ya......, kali ini sang pahlawan menghadiri akademi negara Zagar. Beliau baru saja dipanggil dan tidak tahu banyak tentang dunia ini, jadi beliau belajar di sana dan mencoba meningkatkan keterampilannya."
"Apakah Emilia-sama sudah pernah bertemu dengannya?"
"Tidak...... hanya saja Ayunda telah bertemu dengan beliau sekali. Dan Zagar telah menyembunyikan pahlawan sampai sekarang────, jadi daku yakin mereka akan membiarkan beliau berpartisipasi kali ini untuk memamerkan kemampuan beliau."
"Aku tidak berpikir ada kebutuhan untuk menyembunyikannya...... Namun, hanya memiliki pahlawan di negara dapat membuat negara lain tetap terkendali dan memberi mereka keuntungan────. Mempertimbangkan itu, mereka ingin ia mengembangkan kekuatan dan pamer ke negara lain........ Kurasa itu mungkin alasannya?"
"Daku juga sampai pada kesimpulan itu......tapi tentu saja Pahlawan tidak bisa menang melawan Julis-sama. Alangkah Negara Zagar yang malang."
"Bentar, bentar, bentar. Apa-apaan kepercayaan misterius ini?"
Ucap Julis, tapi Emilia hanya menjawab, "Apa? Bukankah itu sudah jelas?" dan menatapnya seolah-olah untuk mengkonfirmasi ini.
Itu sangat tak tertahankan bagi Julis sehingga dia tidak bisa tidak bertanya-tanya tentang hal itu.
"Tapi bener sih, aku ngga bisa bayangin buat Julis kalah. Yah, aku belum pernah liat Pahlawan sih, jadi aku ngga tahu."
"Ngga ngga, kenapa kalian punya evaluasi yang kelewat tinggi terhadap aku sih?"
"Julis pastinya bakal menang, kan!"
"Makasih buat itu~ Cecilia~ Tapi tahu ngga? Aku pengen menang, tapi aku ngga yakin apa aku bisa, tahu?"
"Aku yakin Julis-kun bakal baik-baik saja! Kamu bakalan, kamu bakalan!"
"Aku ngga mengerti apa maksudnya aku bakal baik-baik saja."
"Yah, kurasa kita harus mulai merayakannya sekarang, ya?"
"Tolong jangan, aku bakal malu banget kalo aku ngga menang. Jadi tolong jangan lakuin itu."
Dia tidak tahu apa yang orang lain nilai padanya.
Julis meneteskan air mata saat memikirkan hal ini. Itu adalah evaluasi yang membuatnya bahagia dan tidak begitu bahagia.
"Yah, kesampingkan ini──── karena aku akan ikut berpartisipasi, aku akan berjuang dengan serius ......, jadi bersiaplah, oke, Julis."
"Daku akan mengerahkan segenap upaya juga, Julis-sama."
"Aku ngga bakal kalah lho, Julis!"
Serentak, ketiganya yang akan ikut berpartisipasi dalam festival seni bela diri menatap Julis dengan semangat juang di wajah mereka.
Kenapa kalian cuma sama aku aja sih? Dia bertanya-tanya────
"...... Aku ngga bakal kalah juga!"
Julis memiliki senyum lembut di wajahnya saat dia menerima kata-kata itu.
Meskipun dia tidak tahu apakah itu akan menjadi kenyataan atau tidak, dia masih ingin berdiri di samping Cecilia.
Julis akan berpartisipasi dalam festival seni bela diri.
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE:
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer