Penyihir Dosa Mematikan v2c3

Posted in Mahou Gakuen

Sang Penyihir Dosa Mematikan dari Akademi Sihir
Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

Arc 2 Festival Seni Bela Diri

Belajar Mandiri Hari Ini

sumur di ladang: kakuyomu

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


"Aku ngga tahu bakalan ada festival seni bela diri. Kamu harusnya kasih tahu aku dong, Anna-chan."

"Kamu nyebelin banget! Diem kenapa!"



Julis telah kembali, dan saat ini sedang melakukan sesi belajar mandiri di tempat pelatihan tanpa instruktur.

Tentu saja, itu adalah kelas S. Dan Julis sedang melakukan belajar mandiri dengan anggota biasa.



Sekarang Julis dan Anastasia sedang melakukan latihan tempur.

Para siswa yang tidak terlibat dalam latih tempur semuanya menatap Julis dan Anastasia.



[Hei ...... bisa kamu kalahkan dia?]

[Itu mustahil. Bahkan Anastasia-sama belum bisa mendaratkan satu pukulan pun sejak beberapa menit yang lalu.]

[Aku ingin tahu...... apa yang mereka maksud dia itu "nirbakat"?]



Para siswa di sekitar riuh. topiknya, tentu saja, Julis.

Keberadaan────yang dulu diejek sebagai nirbakat, tetapi sekarang tidak ada yang mengejek, hanya mengakui kekuatannya.

Lambat laun, teman-teman sekelasnya tidak lagi menyebut Julis nirbakat.



Sementara itu, Anastasia dengan berani menusukkan rapiernya ke leher Julis. Tapi sayangnya, bilahnya tertolah sebelum menyentuhnya, dan Julis segera mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga ke tubuh tak berdaya itu.



"...... aku kalah."

"Oke."



Anastasia mengangkat tangannya tanda menyerah, dan Julis menjawab dengan ringan dengan mengembalikan pedangnya ke sarungnya.



"Kamu masih sangat tak adil. Aku juga tak merasa macam sedang melawan manusia."

"Apa maksudmu? Ini beneran kekuatan penuhku, oke? Maksudku, sebagai manusia."

"Tetap saja, pelanggaran buat tak biarkan aku kasih kamu satu hantaman."



Julis dan Anastasia perlahan kembali ke tepi area latihan.

Anastasia telah mengeluh untuk sementara waktu sekarang, tetapi Julis bahkan tidak mendengarkannya sama sekali.



"Selamat kembali, kalian berdua!"

"Aku kembali, Cecilia."

"Ah, aku balik."



Saat Julis dan Anastasia kembali, Cecilia bergegas ke arah mereka dengan langkah yang lucu.

Dia tampak seperti hewan peliharaan yang menunggu tuannya kembali.

Julis, yang hatinya menghangat, menepuk kepala Cecilia saat dia mendekatinya.



"Ehehe."



Cecilia dibelai dengan senang. Seperti biasa, dia sangat dekat dengan Julis.



".......Kalo dipikir-pikir, Cecilia juga ngga kasih tahu aku."

"......Fue?"

"Soal festival bela diri. Aku senang semuanya jenguk aku, tapi ngga ada yang ngasih tahu acara penting itu....... hiks."



Tetap saja, cara Julis mengatakan itu terdengar menjengkelkan.

Atau lebih tepatnya, sikap menangisnya lebih menyebalkan.



"Itu soalnya, Julis-kun sepertinya terlalu malas buat mengikuti acara seperti itu, ya~."

"Aku baru aja mau bales "Aku males, jadi aku ngga mau ikut acara itu!", gitu!"



Ricardo dan Mirabelle lah, yang menunggu dengan Cecilia di tepi area latihan, yang menjawab.

Mereka berdua mengenal Julis dengan sangat baik, meskipun waktu mereka bersamanya hanya sebentar.



Tapi────



"Dasar bego! Kali ini aku pasti bakal ikut! Ngga peduli apa, aku bakalan ikut! Pasti, bahkan kalo harus pake jalan belakang!"



Kali ini Julis berbeda.

Dia sangat serius. Dia benar-benar serius tentang berpartisipasi dalam acara tersebut.



"Kenapa Julis termotivasi banget buat ikut?"

"I, itu soalnya......"



Sambil dibelai, Cecilia menatap wajah Julis dan menanyakan pertanyaan itu.



(A, aku ngga bisa bilang ...... Soalnya aku pengen dapet hadiah gelar bangsawan biar aku bisa nikahin Cecilia...... Ngga mungkin aku tidak bisa bilang itu, kan!? )



Ya, Julis mengincar hadiah yang diceritakan Musée kepadanya.

Musée mengatakan bahwa apa pun keinginan itu, semua negara akan bergabung untuk mengabulkannya────, Jika demikian, maka dia harusnya bisa mendapatkan cukup gelar bangsawan untuk mengungkapkan perasaannya kepada Cecilia tanpa orang-orang di sekitar mengeluh! Itulah yang Julis pikirkan, dan itulah sebabnya dia sangat serius.

Biasanya, dia hanya akan berkata, "Sungguh menyebalkan!"



Tapi, dia tidak yakin apakah itu akan dikabulkan bahkan jika dia menginginkannya.



"Soalnya......?"

"Y, ya ya yang penting, seseorang tolong kasih tahu aku gimana aku bisa berpartisipasi di festival seni bela diri! Tolong dong!"



Julis, yang tidak punya nyali untuk mengatakan itu pada Cecilia, buru-buru mengalihkan pembicaraan.

Dia masihlah tidak kompeten dalam inti.



"Eh? Apakah engkau akan berpartisipasi dalam festival seni bela diri, Julis-sama?"



Kemudian seorang gadis berambut perak yang menonjol bernama Emilia, yang baru saja berlatih tanding dengan siswa lain, ikut dalam perbincangan. Orang yang sepertinya paling tahu tentang ini...... muncul.



"Ya! Aku mau ikut, Emilia! Jadi bisa kamu kasih tahu aku gimana caranya? Orang-orang ini ngga mau kasih tahu aku."

"Mamen, Kalo kamu tanya sama kita-kita, kita bakalan kasih tahu, oke?"

"Bisakah kamu tak buat itu kedengaran macam kami ini jahat sama kamu?"



Ricardo dan Anastasia memelototinya, tapi Julis tidak peduli.



"Fufu, daku tidaklah keberatan."

"Beneran? Emilia itu gadis yang baik, gimanapun juga!"



Julis sangat tersentuh sehingga dia memegang tangan Emilia dengan erat dan mengarahkan matanya yang bersinar ke arahnya.

Sebagai tanggapan, wajah Emilia benar-benar memerah. Ini mungkin tampak seperti hanya masalah memegang tangannya...... tapi di satu sisi itu mungkin tak terelakkan.



(W, wajah Julis-sama......!)



Emilia, dalam hati panik.



"Muuuu! Muuuu!"



Di sisi lain, Cecilia menatap Julis dengan pipi menggembung.

Penampilannya lucu tanpa jejak intimidasi sedikitpun, tapi Cecilia sendiri serius memelototinya. Itu seperti tupai yang mengancam.



"Apa Julis, melakukan banyak hal dengan sengaja? Kadang-kadang aku penasaran apa dia beneran begitu."

"Yah, itu Julis yang sedang kita omongin, jadi mau bagaimana lagi."

"Enaknya...... Emilia-chan......"

"......Mirabelle pasti mengalami banyak kesulitan juga, ya."

"I, itu..... bukan.... itu..."



Belajar mandiri hari ini, tampaknya, akan lebih banyak membicarakan tentang Festival Seni Bela Diri.


Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


NOTE: AKHIRNYAAA BISA PENGANG LEPPY LAGIIIIIIIII!!!!!
Makasih buat 1k di FP lurr~
sekarang udah 1k1h2da sih...
sebagi selebrasi, aku bakal berusaha up 1 bab per 1 atau 2 hari bulan ini. Moga aja bisa. 😅️

kenapa ya orang suka nulis 2022 jadi 2k22?? padahal jumlah karakternya sama, kenapa engga 2022 aja??? lebih gampang itu padahal. Kalo mau pake "k" kenapa engga sekalian dibikin 2k2da2??? 🤔️

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan