Aku Sanggup Bernafas Kerana Engkau Disini - 14

Orang-Orang dalam Hidupnya

sumber: ShanTL

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Saat aku berbaring di tempat tidur, aku melihat layar ponsel-ku———Tidak, lebih tepatnya, aku sedang melihat gantungan ponsel yang Fuyu-kun berikan kepadaku tanpa sadar. Bibirku tanpa sadar melengkung membentuk senyuman. Aku begitu bahagia, sangat-sangat bahagia. Rasanya seperti aku yang terus-menerus menerima sesuatu darinya.

Dan aku semakin lama menjadi semakin serakah.
Aku tahu alasan sebenarnya mengapa hari ini menjadi sesak bagiku untuk bernapas.

Itu karena aku merasa cemburu dengan Bu Yayoi. Beliau adalah orang yang meminta Fuyu-kun untuk bertemu denganku, jadi aku benar-benar berterima kasih padanya karena itu.

'Tapi,' aku bertanya-tanya, 'Seberapa penting Bu Yayoi dalam hidupmu, Fuyu-kun?' Setiap kali aku memikirkan hal itu, hatiku terasa nyeri.

Kata-kata yang diucapkan Fuyu-kun———Bahkan sampai sekarang, aku masih bisa mendengarnya terulang di kepalaku, membuat hatiku semakin sakit setiap kali itu terjadi.



■■■



"Maksudku, bukankah semua orang ingin makan masakanmu? Saat aku berbicara dengan bu Yayoi, beliau khawatir tentangmu, tetapi beliau juga sangat ingin mencoba penganan manis buatanmu."
"Begitu..."

Pada saat itu, hatiku mulai terasa sakit.

Aku sadar kalau aku sedang bersikap egois. Aku ingin tahu lebih banyak tentang Fuyu-kun, dan aku ingin memonopoli dia untuk diriku sendiri. Aku menyadari kalau keegoisanku benar-benar tidak terkendali.

Aku ingin Fuyu-kun menjadi satu-satunya yang memakannya———

"Sebenarnya..... Aku membuat scone agak terlalu banyak. Bisakah kamu membawanya sebagai pencuci mulut untuk makan siangmu besok? Ada cukup banyak untuk dibagikan dengan Ibu Natsume juga."
"Hah? Kamu oke memberikan ini padaku?"
"Ya.... Kamu adalah orang yang paling aku inginkan untuk makan scone ini, rasanya? Aku suka melihat ekspresimu saat kamu memakannya. Kamu membuatnya tampak lezat."
"Bukankah aku justru terlihat sangat rakus?"

Fuyu-kun tertawa, membuatku tersenyum juga. Aku benar-benar ingin Fuyu-kun menjadi satu-satunya yang memakannya. Hanya dengan membayangkan dia mengatakan "Enak" lagi membuatku ingin membuat lebih banyak penganan manis. Itu karena Fuyu-kun secara perlahan memikatku dengan pesonanya. Itulah satu-satunya penjelasan mengapa hatiku terkadang mulai berdegup lebih kencang saat melihat senyumnya.

Tapi keserakahanku perlahan meluap. Aku ingin pergi ke lebih banyak tempat bersama Fuyu-kun. Mengetahui dirinya, dia mungkin akan mengikuti semua keegoisanku tanpa keluhan.

Itulah alasan lain mengapa aku harus berusaha lebih keras. Karena dengan kebaikannya yang alami, Fuyu-kun pasti akan membuat orang lain jatuh hati padanya. Bisa saja bu Yayoi, atau orang lain.

Apa aku berpikir terlalu jauh? Rasanya begitu, tapi, sekali kau menjadi serakah, mustahil untuk tidak menginginkan lebih. Kurasa itulah mengapa aku merasa begitu gelisah. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menyembunyikan perasaanku.
———Kemudian, Fuyu-kun membisikkan sesuatu kepadaku.

"Tidak apa-apa, mari kita lakukan bersama-sama."

Kata-kata Fuyu-kun mencengkeramku dengan erat, tidak membiarkanku pergi. Aku tidak bisa melakukan apa pun kecuali mengangguk. Aku sangat-sangat bahagia, tetapi, jika emosiku meledak di sini, aku yakin dia akan menganggapku sebagai gadis aneh.

"Kamu tidak perlu melakukannya sendirian. Kalau kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak perlu memaksakan diri hari ini. Tapi ingat, kamu tidak sendirian. Aku mungkin tidak bisa diandalkan, tapi kita bisa melakukan ini bersama."

Itu karena Fuyu-kun selalu mengatakan hal-hal seperti ini dengan begitu santai, begitu keren———Itulah sebabnya aku terpesona olehnya. Ah, ini bisa berbahaya. Aku tidak berpikir aku bisa menahan emosiku lagi. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahannya sebisa mungkin.

Ini adalah kebahagiaan. Semua karena Fuyu-kun ada di sini. Itu satu-satunya alasan.

Tapi sesuatu masih bergejolak di dadaku.
Seberapa penting Bu Yayoi dalam hidupnya? Itulah satu-satunya hal yang terus-menerus ada di pikiranku.



■■■



Napasku baik-baik saja. Bahkan saat meninggalkan pintu masuk, aku masih merasa baik-baik saja. Aku berpikir itu memang yang akan terjadi. Bagaimanapun, Fuyu-kun bersamaku.
Kami melewati taman dan berjalan di jalan, dan aku mencoba meminta sesuatu, meskipun aku tahu permintaanku ini agak memaksa.

"Ada taman di dekat sini. Bisakah kita coba pergi ke sana?"

Fuyu-kun menatapku dengan wajah khawatir. Lalu, setelah berpikir sebentar, dia mengangguk kecil.

"Jangan terlalu memaksakan diri, oke?"

Aku bisa merasakan kalau dia sangat khawatir padaku. Menuruti kata-katanya, aku mengangguk dan tersenyum.
Aku ingin lebih dekat dengannya. Aku ingin melihat lebih banyak ekspresinya. Itu saja yang aku inginkan.



■■■



Kami membuat kemajuan perlahan. Fuyu-kun berjalan tepat di sampingku, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Dengan kecepatan ini, seharusnya aku bisa sampai ke taman.

Kemudian, aku mendengar langkah kaki. Aku melihat seseorang. Awalnya, aku melihat bu Yayoi-sensei dalam penampilan orang itu. Aku merasa hatiku berdebar.
Aku sedang dalam proses rehabilitasi dengan Fuyu-kun sekarang. Aku mohon, jangan ganggu. Jangan ambil dia dariku.

Aku tidak yakin apa yang aku pikirkan. Aku merasa semakin panik.

Lalu, penampilan orang itu berubah.
Aku yakin aku melihat Kaizaki-kun dalam penampilan orang itu.
Lalu, aku melihat teman-teman masa kecilku dari taman kanak-kanak.

Mereka melontarkan kata-kata itu kepadaku.
Hentikan, jangan katakan itu di depan Fuyu-kun.

Aku bisa menanggungnya.
Tapi tolong, jangan di depan Fuyu-kun. Aku mohon.

Aku akhirnya... akhirnya... menemukan seseorang yang membuatku merasa aman. Aku akhirnya bertemu seseorang yang tidak menertawakanku saat aku berusaha. Aku akhirnya bertemu seseorang yang mengatakan aku baik seperti apa adanya diriku. Aku akhirnya bertemu seseorang yang akan berjalan bersamaku dan ada untukku.

Jadi aku memohon, jangan ambil Fuyu-kun dariku———



■■■



Aku terseret dalam aliran emosi yang keruh———dan, Aku tidak sanggupbernapas.

Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


NOTE:

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan