Pahlawanita Yang Kalah Bab 24

Posted in Other

24 - Apa Yang Ingin Aku Lakukan Bersamanya

sumur di ladang: Zetro TL

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Hari ini aku ada kencan dengan Chinatsu-chan.

Bahkan saat ada kencan, aku melakukan rutinitasku setiap pagi. Belajar ringan, melakukan latihan otot ringan, dan membaca berita singkat. Musim hujan belum berakhir, tetapi hari ini cerah, dan suhunya dikatakan lebih dari 30 derajat Celsius.


"Aku harus memastikan aku minum air yang cukup. Aku juga harus menjaga kondisi fisik Chinatsu-chan."


Aku menambahkan informasi itu ke rencana kencan yang telah kubuat di kepalaku.

Apakah ada rambut yang rontok? Apakah ada kerutan di baju? Aku memeriksa penampilan dengan saksama sebelum keluar.


"Eh, Bang, kamu mau pergi?"


Sebelum aku bisa berkata apa-apa lagi, adik perempuanku mendapatiku.


"Ah, Abang mau pergi kencan dulu."

"Hmph. Semoga harimu menyenangkan."


Adikku menghilang di seberang lorong, tampak tidak tertarik. Namun, kemudian dia kembali dengan suara keras dan kecepatan yang luar biasa.


"Bang, abang punya pacar!?"

"Apa? Ah, ya. Baru saja."

"Aku belum mendengar apa pun tentang itu!?"


Kalau dipikir-pikir, apa aku sudah melaporkannya? Yah, Chinatsu-chan bilang dia ingin merahasiakannya, dan keluargaku pun tidak terkecuali.


"Hmm, aku senang abang menyerah pada cintamu yang tak terbalas.... adekmu senang abang menyadari ada gadis lain di luar sana."


Seorang adik yang berusaha keras untuk berakting menangis dan terharu. Itu pernyataan yang lucu dari sudut pandang seorang adik, tahu?


"Siapa bilang aku punya gadis lain? Sudah kubilang gadis yang kucintai tidak pernah berubah."

"Eh, jadi pacar itu adalah Chinatsu-chan-senpai?"


Waduh. Aku kelewatan sampai-sampai keceplosan.

Yah, kurasa keluarga adalah pengecualian terhadap aturan kerahasiaan, kan? Ya.


"Benar, aku berpacaran dengan Chinatsu-chan. Tolong rahasiakan ini di antara kita berdua."


Adikku terjatuh karena terkejut.. Menurutku reaksimu terlalu berlebihan, ya?


"...... Serius?"

"Serius."

"Apa abang berbicara tentang dalam mimpi?"

“Kau ingin kumencubit pipimu?”


Dia sungguh adik yang kasar.

Jika aku harus berurusan dengannya lebih lama lagi, aku akan terlambat ke janji. Aku memakai sepatuku dan meletakkan tanganku di pintu depan.


"Ah, Bang. Sampaikan ini pada Chinatsu-chan senpai saat bertemu. Terima kasih telah membuat kakakku menjadi lelaki yang baik."

"...aku berangkat."


Jadi, dari sudut pandang siapa kata-kata itu?

Untuk menebus waktu yang terbuang sia-sia, aku berlari dalam cuaca yang panas, terlalu panas untuk saat ini.





*****





Sekali lagi, aku adalah orang pertama yang tiba di tempat pertemuan. Lelahnya berlari itu sepadan.


"Masa-kun!? Ada apa, kamu banjir keringat."


Tak lama kemudian, Chinatsu-chan tiba.

Aku berlari dalam suhu dan kelembapan yang tinggi. Mudah dibayangkan kalau aku akan berkeringat, tetapi aku tidak bisa memperlambat langkah karena aku tidak ingin membuatnya menunggu.


"Ahaha... Maafkan aku, aku menjadi laki-laki yang berkeringat padahal ini adalah kencan yang sudah lama ditunggu."

"Jangan khawatir. Ayo kita pergi ke suatu tempat untuk menyegarkan diri dan minum sesuatu."


Kencan tiba-tiba dimulai dengan beristirahat. Rencana kencan dalam kepalaku langsung kacau.

Namun, berkat itu, harus kukatakan. Meskipun canggung, aku bisa berbicara dengan Chinatsu-chan seperti biasa.


"Chinatsu-chan"

"Ada apa?"

"Rok itu adalah yang kamu beli saat kita pergi kencan sebelumnya. Seperti yang kuduga, rok itu sangat cocok untukmu, Chinatsu-chan, dan kamu terlihat manis mengenakannya."

"....Terima kasih."


Chinatsu-chan tersipu. Tidak ada rasa canggung, dan dia tersenyum manis.

Kami beristirahat sejenak di kedai kopi terdekat. AC dan es kopi memulihkan semua energiku.


"Baiklah! Ayo berangkat, Chinatsu-chan!"

"Masa-kun, kamu bersemangat sekali."

"Pasti. Aku tidak bisa tidur di malam hari karena aku tidak sabar menunggu kencan kita."


Chinatsu-chan tampak malu mendengar kata-kataku yang terus terang.


"......Aku juga sangat menantikan kencan hari ini."


Chinatsu-chan menatapku saat dia mengatakan itu. Telinganya merah.


"Mm. Ayo bersenang-senang hari ini."


Ini..... Apakah mungkin?

Awalnya aku pikir alangkah baiknya kalau kencan hari ini bisa memperbaiki hubungan canggung antara aku dan Chinatsu-chan.

Tetapi tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tujuan awalku telah tercapai.

Sebaliknya, aku malah merasa Chinatsu-chan berusaha menutup jarak denganku.

Bukankah ini berarti aku bisa mencium Chinatsu-chan lagi? Mungkin saja hubungan kita bisa semakin erat hari ini.

Memikirkannya membuatku merasa penuh energi. Pria adalah makhluk yang mudah berubah pendirian.

Dalam perjalanan ke stasiun yang dituju, aku dengan santai mencoba memegang tangan Chinatsu-chan.


"!?"


Saat aku menyentuh tangannya, tubuh Chinatsu tersentak seolah-olah dia tersengat listrik.

Besarnya reaksi itu membuatku menarik tanganku kembali juga.


"A-aku minta maaf… Emm, aku terkejut..."

"Tidak, tidak, maafkan aku. Kalau tiba-tiba kau menyentuhku, aku juga akan terkejut..."


Entah kenapa, hanya itu saja yang berhasil kuucapkan.

Jauh di lubuk hati, aku terkejut karena Chinatsu-chan menolakku. Namun, aku tidak bisa menunjukkan ekspresi terlukaku di hadapannya. Aku tersenyum dan berjalan di depannya.

Nah, itu salahku. Aku terbawa suasana dan mencoba menyentuh Chinatsu-chan, berpikir semuanya akan baik-baik saja.

Meskipun dia mungkin belum sepenuhnya mencerna apa yang terjadi ketika aku menciumnya dengan paksa...


"A-aku minta maaf! Bukan.... Bukan begitu, Masa-kun."


Tiba-tiba lenganku ditarik dan aku pun berhenti melangkah.

Ketika aku melihat, Chinatsu-chan tampak seperti hendak menangis dan memegang lenganku.


"Bukannya aku tidak menyukainya... Aku hanya terkejut karena aku belum terbiasa… Aku mencintaimu, Masa-kun..."


Dia mengeratkan pegangannya di lenganku.


".... Masa-kun? Apa kamu marah?"

"Tidak...."


Chinatsu-chan dan aku tidak bisa melakukan kontak mata....

Itu dan dua gunung besar yang dapat kurasakan di lenganku ketika dia memelukku adalah alasan mengapa aku tak dapat menunjukkan ekspresi apa pun padanya.


"…… soal apa yang kulakukan padamu, Chinatsu-chan. Kalau kamu malu, jangan ragu untuk bilang tidak."

"Ya. Tapi? Aku juga ingin melakukan yang terbaik. Jadi, Masa-kun, kalau ada yang ingin kau lakukan, jangan ragu untuk mengatakannya padaku, oke?"

"Aku ingin berpegangan tangan denganmu, Chinatsu-chan......"

"Mm. Aku juga.... ingin berpegangan tangan denganmu, Masa-kun...."


Lenganku dilepaskan. Lalu kami berpegangan tangan dengan malu-malu.


"......"

"......"


Entah kenapa aku merasa lebih gugup berjalan bergandengan tangan dengannya daripada menciumnya.

Akan tetapi, waktu yang dihabiskan dalam diam bersama Chinatsu-chan entah bagaimana menjadi tidak terlalu canggung.

Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


NOTE:

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan