Penyihir Dosa Mematikan v1c40 Epilog
sumur di ladang: Kakuyomu
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Tiga hari telah berlalu sejak kekacauan di hutan.
Julis terbebaskan dari teknik sihir Ira, dan Caesar bergegas ke Julis dan teman-temannya segera sesudahnya.
Di tangan kanannya, dia membawa Joseph, pengajar lain, dipegang di tengkuk lehernya...... dan sepertinya dia salah satu dari orang-orang sesat.
Kemudian Anastasia dan yang lainnya sepertinya banyak ditanyai tentang apa yang terjadi di sana, tapi itu adalah cerita yang tidak diketahui Julis────
"......Aduh."
Julis saat ini sedang berbaring di tempat tidur di ruang perawatan.
Meskipun tidak ada cedera yang terlihat, dampak susulan dari Ira sangat besar, dan ketika dia akhirnya bangun setelah dua hari berturut-turut tidak sadarkan diri, dia merasakan sakit yang parah di sekujur tubuhnya. Bahkan Julis pun menangis.
Setelah tiga hari, rasa sakitnya berkurang, tetapi dia masih tidak bisa menggerakkan kakinya, jadi dia masih berbaring seperti itu.
"Buat kamu bisa tidur nyaman kayak gini......"
Julis hanya mengangkat bagian atas tubuhnya, dan menepuk kepala Cecilia yang sedang tidur menggunakan paha Julis sebagai bantal sambil duduk di kursi.
(Aku menghargai kamu ngerawat aku, tetapi kamu ngga harus tidur di sini juga.......)
Rambut pirang halusnya nyaman dibelai, dan Cecilia, yang tidur dengan nyaman, terlihat imut.
(......Bener-bener, Cecilia itu────)
"Julis-sama, apakah engkau telah bangun?"
Saat dia menepuk kepala Cecilia, pintu ruang perawatan terbuka dan seorang gadis berambut perak muncul.
Dan di belakangnya ada dua pria kuat.
"Ya."
Jawabnya, lalu Emilia mendekat lebih dekat ke tempat Julis berada. Tetapi orang-orang di belakangnya tampaknya tidak mengikutinya dan hanya menunggu di pintu masuk.
"Kau dapat beberapa pendamping, ya?"
"Ya. Meskipun mereka bukanlah ksatria eksklusif daku. Tapi setelah kejadian ini, ayahanda tersayang menugaskan beberapa pengawal pribadi kepada daku. Kita tidak pernah bisa memastikan bahwa mereka tidak akan mencoba mengincar daku lagi."
"Gitu......"
Kali ini dapat ditangani, tetapi tidak ada jaminan bahwa itu akan dapat ditangani lagi lain kali. Sebelum itu, sang putri seharusnya tidak dalam bahaya────jika dia memiliki beberapa pengawal yang ditugaskan padanya selama insiden itu ...... Dia pikir, negara pasti sangat memahami keseriusan situasi ini.
"Sebenarnya, daku menginginkan Julis-sama 'tuk menjadi ksatria eksklusif daku......"
"Aku udah bilang, kan? Itu ngga mungkin."
"Fufu, engkau benar."
Emilia tersenyum senang.
"Sama, bukannya mestinya juga Cecilia udah ditugaskan beberapa pengawal buat ngawal dia?"
"Tentang itu...... jika engkau bertanya-tanya, negara mengusulkannya ke gereja......akan tetapi Cecilia-sama sendiri dengan tegas menolaknya kepada Paus-sama,────jadi Cecilia-sama tidak memiliki pengawal resmi. Kami diam-diam telah menugaskan kepada dirinya beberapa penjaga dari negara dan gereja, tapi kami belum memberitahunya tentang mereka."
"Hei, Cecilia, Apa yang kamu lakuin?"
Julis dengan ringan mencubit pipi Cecilia saat dia tidur. Tetap saja, Cecilia sepertinya tidak bangun, hanya untuk mengusap wajahnya.
(Kurasa aku harus ngawasin dia sedikit lebih lama....... Yah, daripada ngelihat dia ada di suatu tempat, itu sedikit melegakan......mungkin?)
Tetap saja, Julis bertekad untuk pergi bersama Cecilia menemui Paus dan meminta Paus untuk membiarkan dia ikut.
"Bolehkah daku memberitahu engkau apa saja yang telah terjadi?"
"Tolong."
Emilia bangkit dari kursi yang dia duduki dan duduk di ranjang tempat Julis berbaring di seberang Cecilia.
"......kenapa kau duduk di tempat tidur?"
"Ya ampun? Daku hanya berpikir yang ini terlihat lebih nyaman, itu saja."
Emilia tertawa nakal.
"Pertama-tama, orang sesat yang menyebabkan kegemparan ini."
"......"
Emilia segera kembali ke ekspresi seriusnya. Julis juga sedikit mengencangkan ekspresinya sebagai tanggapan.
"Pengajar, Joseph ...... kemudian, pria yang muncul di hadapan kita──── keduanya adalah orang sesat yang memasuki akademi. Hanya Joseph yang saat ini ditahan ...... dan mulai sekarang , kami akan menginterogasinya dan membuatnya memuntahkan informasi. Pun, setelah itu, itu pasti akan menjadi eksekusi."
Julis terkejut dengan pernyataan Emilia.
Dia tidak menyangka bahwa pengajar akan menjadi salah satu dari orang-orang sesat itu.
Namun, ada bagian dari dirinya yang teryakinkan. Jika Joseph adalah salah satu dari orang jahat, Caesar pasti telah menghalangi dia.
Kenapa dia tidak segera datang? Pertanyaan itu telah terpecahkan.
"Byrne-sama tampaknya disuntik dengan faktor yang digunakan orang sesat untuk membuat wadah pengorbanan, dan dia tampaknya telah kehilangan egonya dan mengamuk."
"......itu ngamuk, ya? Bahkan kalo dia ngamuk, dia nyoba buat nyakitin sang putri, jadi kau ngga bisa cuma nyimpulin sambil bilang, "Ya, mau bagaimana lagi", kan?"
"Itu memang benar. Dia dibuang dari keluarga Duke, dan dia dihukum dengan kerja paksa di daerah terpencil. Tampaknya persidangan tidak mengambil langkah eksekusi, mengingat dia tidak sadar...... dan bahwa dia bukan murni pelakunya. Tapi untuk beberapa alasan, dia masih belum sadarkan diri."
Emilia menatap Julis dengan tatapan tajam. Dan Julis juga mengeluarkan keringat dingin dari punggungnya.
(......Oh tidak, aku lupa balikin dia ke normal.)
Ketika Julis melumpuhkan Byrne, dia mengambil hak Byrne menggunakan Avaritia.
Hak tidak dapat dikembalikan ke Byrne kecuali Julis sendiri yang mengembalikannya padanya────
(Hak buat menjaga kesadaran punya Byrne...... Aku mengembalikannya, maaf banget.)
Diam-diam, Julis mengembalikan hak itu kepada Byrne.
"Dan, karena tidak ada di antara orang sesat yang muncul kali ini adalah mantan ksatria eksklusif daku, Oleh karena itu, engkau sebaiknya waspada di masa depan, ...... termasuk Cecilia-sama."
"...... Diterima."
Julis menjawab dengan sedikit berat, mengelus kepala Cecilia.
Akademi dan kerajaan disalahkan atas insiden ini.
Baik dari Gereja maupun dari negara lain. Itu karena mereka telah menempatkan Cecilia, sang dara suci, dalam bahaya.
Mulai sekarang, kerajaan sedang ditusuk dari belakang, tetapi meskipun demikian, tampaknya yang terburuk dapat dihindari. Negara-negara lain telah mengatakan bahwa itu aneh...... bagi dara suci berada di kerajaan, tetapi dara suci itu sendiri dengan keras menolak,──── dan dengan demikian Cecilia dapat tetap tinggal di negara itu.
"Dan sebagai seorang putri, daku ingin memberi perintah pada Julis-sama────Jangan menggunakan kekuatan untuk berubah menjadi makhluk iblis buas itu di masa depan. Kekuatannya terlalu mengerikan...... jadi jika engkau tidak bisa mengendalikannya, kami sebagai negara tidak bisa membiarkannya begitu saja. Tapi daku...... itu, tidak ingin memaksakan kerah pada engkau."
"...... Tidak, Emilia benar. Ini salah satu yang bener-bener ngga boleh digunain,──── jadi aku bakal mastiin itu dapat dikendaliin dan aku ngga bakal ngegunainnya di masa depan."
Kali ini, berkat Cecilia, mereka berhasil menghindari dampak. Meskipun Musée menghentikannya terakhir kali, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Jika tidak ada yang bisa menghentikannya,────negara akan porak poranda.
Karena itu, Emilia, sebagai seorang Tuan Puteri, memberi perintah, meskipun dia tidak menyebutkannya kepada siapa pun.
Karena dia tahu bahwa Julis menanggapi kata-kata itu dengan sangat serius.
"Aku minta maaf atas semua masalah yang aku sebabkan padamu......"
Julis menundukkan kepalanya.
Karena dia, sama seperti Byrne, mengamuk.
Ira Julis membuatnya kehilangan egonya.
Karena itu, dia tidak ingat saat itu, dan ketika dia menemukan dirinya di tempat tidur────dia mengerti apa yang telah dia lakukan dan masalah yang dia sebabkan, tetapi dia tidak dapat mengingat semuanya.
Tapi dia masih membuat masalah,──── dan dia membungkuk pada Anastasia dan yang lainnya yang datang menjenguknya kemarin, jadi Julis juga membungkuk pada Emilia.
"Daku tidak terganggu oleh itu. Julis-sama melindungi daku, ────Jadi daku sangat berterima kasih untuk itu, dan daku tidak menganggapnya sebagai masalah."
"......"
"Bukankah semuanya memberi engkau jawaban yang sama? "Jangan pedulikan itu" ...... benar kan."
"......Yah gitulah."
Memang, tempo hari ketika Julis menundukkan kepalanya, mereka mengatakan hal yang sama.
"Jangan kuatir, kita sohib, kan.", "Kamu sudah pernah membantuku sebelumnya, jadi kita impas.", "Bukannya aku ngerasa sangat terganggu, oke."
(Aku telah diberkati dengan orang-orang baik. ......)
Itu membuat Julis bahagia seperti biasanya, dan sekali lagi menghangatkan hati Julis.
"Daku mendengar bahwa akan ada hadiah dari negara dan gereja ...... Tolong nantikan itu."
Emilia bangkit dan memunggungi Julis karena dia tidak bisa berbicara terlalu lama.
Lalu────
"...... Terima kasih banyak telah menyelamatkan daku. Pada saat itu...... daku amat sangatlah bahagia. Daku akan secara pribadi membalas budi ini jua."
Dengan sedikit rona merah di pipinya, Emilia menggumamkan kata-kata itu tanpa menoleh ke arah Julis.
Kata-kata itu sampai ke telinga Julis, tetapi sebelum dia bisa menjawab, Emilia telah meninggalkan ruang perawatan.
Keheningan menguasai ruangan.
Angin bertiup di udara membelai pipi Julis dan mengacak-acak rambut Cecilia saat dia tidur.
(Pas saat itu...... anehnya, aku denger suara Cecilia.)
Julis mengingat saat dia mengelus kepala Cecilia.
Saat ditelan Ira, Julis mendengar suara Cecilia di telinganya, padahal seharusnya dia tidak punya ingatan, ego, kesadaran.
Anehnya itu bergema di hati Julis, dan dia merasa seolah-olah hatinya telah terbungkus kehangatan.
(Cecilia...... ngedukung aku, kan ......)
Dia bahkan tidak tahu apa yang Cecilia katakan.
Tetap saja, dia mengerti bahwa itu adalah suara Cecilia, itu adalah kehangatan Cecilia...... Julis pada saat itu bisa mengetahuinya.
Dia tidak tahu apakah itu karena Cecilia atau karena...... ia adalah dara suci.
Namun, tidak ada emosi hitam di mana pun di dalam Julis sekarang seperti dulu.
Julis mengelus kepala Cecilia.
Perlahan dan lembut untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya padanya────
"Kamu nyelamatin aku lagi, ya...?"
Julis kini terbebas dari kesengsaraan yang menyelimuti hatinya sejak kedatangan Cecilia.
Orang yang penuh kesombongan, keserakahan, kebirahian, kemurkaan, kemalasan, kedengkian, kerakusan,────Gadis itu mendukung, tanpa meninggalkan atau menyerah akan dirinya.
Sekali lagi, jantung Julis berdebar kencang.
Melihat wajah Cecilia saja sudah membuatnya merasa senang.
Ya, ini pasti────
"Aku mencintaimu, Cecilia ......"
Ini adalah perasaan yang hanya bisa dimiliki karena itu adalah Cecilia.
[Babak 1 Selesai]
[Bersambung]
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE:
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer