Penyihir Dosa Mematikan v1c39

Posted in Mahou Gakuen

Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Cecilia dan Julis

sumur di ladang: kakuyomu

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Kesan pertama Cecilia tentang dia adalah bahwa dia adalah seorang penyelamatnya.

Ini karena dia dengan gagah berani menyelamatkan dirinya dari kesulitan dan membiarkannya menghabiskan beberapa waktu di kediaman Julis, setelah ia kehilangan segalanya, bahkan ksatria yang mengawalnya.



Tapi itu perlahan berubah.

Meskipun ia sedikit tidak menyukai cara Julis yang patuh pada nafsunya, ia masih menganggapnya sebagai orang yang baik, dapat diandalkan, dan kuat.

Dan utamanya────sampai sekarang, dia adalah "orang malang dan lemah".



Tentu saja, ada kesan lain dari Julis.

Dia adalah seorang penyelamatnya, orang tercinta, keluarga────ada banyak lainnya, tetapi yang terpenting, dia adalah "orang malang dan lemah".



Julis kuat. Cecilia juga tahu itu.

Julis yang tidak memiliki mana memiliki kekuatan besar dengan caranya sendiri, dan Cecilia telah melihat bagaimana dia telah mengalahkan monster dan bandit dengan kekuatannya.



Tapi...... meskipun begitu......



[Maaf, Cecilia. Aku udah buat kamu ngeliat pemandangan yang ngga sedap dipandang kaya ini.]



────Dahulu.

Julis pernah mengatakan hal seperti itu kepada Cecilia.

Ketika sekelompok monster muncul di sekitar wilayah Anderberg dan Julis tidak punya pilihan selain pergi ke tempat kejadian, Cecilia bersikeras bahwa dia ingin pergi juga.



Wajah Julis penuh dengan kesedihan.

Setelah dikuasai oleh kekuatan yang luar biasa, wajahnya────sangat, sangat bersedih.



Kenapa dia meminta maaf padaku?

Kenapa dia terlihat seperti ini?

Apa karena lengan Julis penuh dengan memar hitam?



Ia tidak tahu hal-hal seperti itu.

Namun────



(...... Julis pasti sangat kesepian.)



Dia memang memiliki keluarga, dia memiliki pelayan, dan dia memiliki penduduk di wilayahnya.

Tetap saja, pasti tidak ada orang yang bisa memahami diri Julis yang sebenarnya────pikir Cecilia, dan itulah mengapa dia terlihat seperti itu.



Hatinya lemah dan rapuh, seolah-olah akan hancur hanya dengan sentuhan, dan dia tidak memiliki dukungan untuk itu.

Cecilia bertanya-tanya apakah ini karena ia adalah seorang dara suci────meskipun seharusnya tidak terbayangkan jika itu adalah Julis yang biasa.



Itu sebabnya Cecilia────



"Ngga apa-apa, Julis. Aku bakal...... aku bakal ada di sisimu."



Ia juga ingin membalas budi.





Oleh karena itu, Cecilia tidak akan pergi dari tempat Julis────




♦♦♦




"......Nn."



Dengan suara yang manis, gadis itu membuka matanya.

Membuka kelopak matanya, gadis pirang itu membangunkan tubuhnya yang berat dari perasaan keras di punggungnya dan kembali ke kesadaran.



(...Hah? Apa yang aku lakuin?)



Hanya beberapa menit yang lalu, ia merawat seorang anak laki-laki di kelompoknya, meluncurkan suar ajaib ...... dan kemudian setelah itu────



(B, benar! Gimana keadaan Emilia-san?)



Cecilia perlahan-lahan terbangun dan mengkhawatirkan Emilia, yang pergi menghadapi Byrne sendirian untuk melindungi dirinya.

Mungkin karena Cecilia baik, ia mengkhawatirkan keselamatan Emilia, mengesampingkan situasinya sendiri.



Cecilia melihat sekeliling untuk memahami situasi dan Emilia.

Emilia, yang telah menjauh darinya, tidak mungkin berada di dekatnya, tetapi Cecilia masih mencarinya.



Dan yang ia temukan adalah────



"GROAAAARRRRRRRRRRRR!!!!!"

"Gah-ha!"

"Ricardo!"

"Wahai Angin Berkecamuk!"

"Wahai Kerikil Biru!"



Mereka berempat menghadapi makhluk buas besar yang mengerikan itu.

Ricardo memblokir makhluk buas itu dengan pedangnya, tetapi diterbangkan oleh kaki depannya, dan kali ini Anastasia berdiri di depan makhluk buas itu untuk melindungi mereka. Mirabelle dan Emilia kemudian meluncurkan sihir lantunan singkat mereka pada binatang itu dari jauh.



Mereka berempat sudah babak belur di sana-sini.

Dua di barisan penyerang terluka parah, tetapi Mirabelle dan Emilia di barisan belakang sama terlukanya dengan mereka.



Terengah-engah dan dengan darah mengalir dari dahi mereka, mereka terluka parah saat menghadapi makhluk buas itu.

Makhluk buas itu tampaknya tidak menerima dampak apapun dari serangan mereka, tapi tetap saja mereka semua maju, menolak untuk menyerah.



"Julis! Bangunlah!"



Anastasia memanggil Julis yang entah dimana, dan menusukkan rapiernya ke titik vitalnya.

Kaki depan makhluk buas itu menghalau tusukan itu dan mengayunkannya kembali ke arahnya.



"Jangan main-main dengan ototkuuuuuuuuuuuuu!!!!!"



Ricardo, yang terpental sebelumnya, kembali dan menangkap Anastasia dengan pedang besarnya, seolah-olah untuk menopangnya.

Tapi dia masih tidak bisa membunuh momentum, dan Anastasia dan Ricardo terlempar.



"Julis-kun, kembali ke dirimu!"



Mirabelle menghujaninya dengan sihir angin dari belakang.

Tapi meski begitu, sepertinya tidak bekerja sama sekali, sebaliknya, monster itu hanya mengubah targetnya ke Mirabelle.



"Julis-sama!"



Dan seolah-olah untuk menarik perhatiannya, kali ini Emilia menghujaninya dengan sihir es.

...... Mereka semua, memanggil nama teman mereka.



"GROAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!"



Tetap saja, makhluk buas itu meraung.

Untuk mengalahkan target di depannya, dia mengayunkan kaki depannya secara naluriah, menghancurkan tanah dan menggemakan aumannya ke seluruh hutan.



Melihat ini, Cecilia────



(Julis......)



Ia berdiri.

Tanpa menyeka rumput dari rambutnya, dia melangkah ke tempat yang penuh kebrutalan itu.

Disana berbahaya────ia tahu itu. Walaupun demikian......



(Itu pasti menyakitkan, kan? ......Aku mengerti kok, Julis)



Ia tahu bahwa itu adalah Julis.

Bukan karena semua orang memanggilnya seperti itu, tapi karena ialah yang berada di sampingnya selama ini...... ia tidak punya alasan atau dasar untuk itu, tapi ia tahu.



Dia tampak begitu sedih, begitu tertelan, menutupi dirinya, begitu terhambur emosinya────dan dia tampak begitu kesepian dan terasa lemah.

Itu agak mirip ..... dengan tampilan waktu itu di masa lalu, ketika Cecilia menatap Julis.



(Sekarang...... sekarang, aku bakal kesana, oke......)



Cecilia sendirian melangkah ke daerah berbahaya itu.

Perlahan, selangkah demi selangkah...... menuju makhluk buas itu, menaburkan kebaikan sebagai Cecilia, bukan sebagai dara suci.



"Cecilia-chan!?"

"Cecilia-sama!?"



Mata mereka melebar saat mereka melihat Cecilia di kejauhan.

Tapi saat mereka mengalihkan pandangan dari makhluk buas itu, Mirabelle diserang oleh kaki depannya dan Emilia diserang oleh ekornya.



Tetap saja, Cecilia melangkah maju.

Ricardo dan Anastasia juga menyadari kehadiran Cecilia, tapi dampak dan rasa sakit karena terlempar membuat mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka sebanyak yang mereka mau.

Semua orang berada dalam situasi di mana mereka tidak bisa melindungi Cecilia.



Cecilia terus melanjutkan langkah.

Dia, yang tidak memiliki kemampuan tempur, menghadapi makhluk buas itu...... sendirian.



"GROOAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRR!!!"



Makhluk buas itu melihat Cecilia.

Dengan teriakan yang bergema menusuk ke gendang telinga, makhluk itu menetapkan target berikutnya pada Cecilia.



"...... Julis."



Cecilia akhirnya sampai di depan makhluk buas itu.

Perbedaan ukurannya begitu besar sehingga ia harus mendongak untuk melihat wajah binatang itu, dan Cecilia yang ramping akan terinjak-injak dalam sekejap.



"GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!"

"Aku ngerti...... aku ngerti kok, Julis ......"



Cecilia memeluk kaki depan yang besar dan kokoh itu.



"Itu pedih, kan? Itu menyiksa, kan? Aku yakin Julis berusaha ngelindungin seseorang terus menjadi kaya gini....... Beneran deh, Julis itu baik banget. Biarpun dia sangat menderita sendiri."



Makhluk buas itu mengarahkan kaki depannya yang lain ke Cecilia, mencoba menarik Cecilia yang memeluknya menjauh.

────lalu.



"Eh!?"

"I, ini......"



Kaki depan itu berhenti tepat pada waktunya.

Cecilia tidak terluka, dan kaki depan itu berhenti tanpa tanda perlawanan.

Namun penderitaan itu muncul dalam bentuk teriakan.



"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR!!!"



Tetapi.



"Aku belum bisa balas budi sama Julis buat segalanya...... Julis selalu ngelindungi aku, tapi aku terus banyak ngerepotin Julis.────Cuma ini yang bisa aku lakuin buat Julis sekarang."



Cecilia menguatkan lengannya yang memeluk kaki depan itu.

Ia ingin kehangatannya dirasakan, ia ingin perasaannya tersampaikan.

Cecilia tersenyum lembut pada makhluk buas itu, mengatakan kepadanya bahwa tidak apa-apa sekarang, bahwa dia tidak perlu berusaha terlalu keras.



"Aku bakal ada di sisi Julis...... sepanjang waktu, sepanjang masa. Julis ngga cocok sama penampilan kaya gitu, tahu? Kalo kamu balik lagi ke Julis yang biasanya, yang konyol, yang bisa diandalin, sama yang lembut.---Aku bakal seneng banget."

"......"



Makhluk buas itu secara bertahap kehilangan suaranya.

Itu seharusnya mengamuk, tetapi anehnya, makhluk itu mulai mendapatkan kembali ketenangannya.



"Aku bakal dukung kamu. Aku bakal dukung bagian Julis yang ngga bisa dilihat siapa pun...... Aku bakal dukung selama sisa hidup aku."



Pemandangan itu membuat Mirabelle dan yang lainnya terdiam.

Segera, makhluk buas itu mengubah penampilannya yang mengerikan, dan kegelapan yang menyelubungi di sekitarnya berangsur-angsur hilang.



Dan kemudian────



"Ayo pulang, Julis...... Aku suka Julis yang biasa...... lebih dari Julis yang menderita────Makasih, buat selalu ngelindungi aku...... Aku bener-bener cinta sama kamu."



Makhluk buas itu mengubah bentuknya kembali menjadi wujud seorang bocah.


[Bersambung]

Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


NOTE:
Jujurly hih, entah kenapa, pas bagian/monolog Cecilia, mataku berkaca-kaca

Mirip kaya Accelerator & Last Order, yak??


Bab lanjutnya bakal jadi Epilog Babak 1

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan