Megan to Dangan Chapter 01
Chapter 01
dipantaw oleh: ASW
saos: syosetu
◆ ◇ ◈ ◇ ◆
"Ini...."
Ketika Athal membuka matanya, di berada di sebuah ruangan dengan banyak rak buku. Bahkan saat dia melihat sekitar, dia tidak dapat merasakan tanda-tanda orang lain sama sekali, ruangan itu tampak sangat sunyi. Ketika dia melangkahkan kaki berkeliling penuh minat, hanya langkah kakinya yang beresonansi di ruangan itu.
"Perpustakaan?"
Tampaknya begitu, tetapi sejauh yang dia tahu, tempat itu terlalu luas, dan sepertinya tidak ada perpustakaan seluas itu di jepang maupun di luar negeri. Tidak peduli dia melihatnya, tempet itu penuh dengan rak buku dan dia tidak dapat memahami apa itu pada pandangan pertama.
[Fumu. Apa kamu sudah bangun?]
Athal dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba terdengar dari belakangnya, dan kemudian dia mengirimkan pandangannya ke sana.ketika dia melihat sekitar, dia mengira tidak ada orang lain disekitarnya.
Namun, pemilik suara itu duduk di sebuah kursi didekat Athal dan berada disana dengan tangannya diletakkan diatas meja.
"Se- sejak kapan? Dan siapa kamu?"
[Hohoho, maaf tiba-tiba berbicara kepadamu. Aku adalah.... kamu bisa menganggapku sebagai dewa.]
Dia yang menyebut dirinya sebagai Dewa adalah seorang lelaki tua dengan rambut putih dan jenggot putih panjang yang tersenyum lembut. dia mengenakan jubah panjang dari kain yang lembut. Berbicara tentang dewa dan sebagainya, itu tidak biasa bagi Athal. Namun dia berhasil menerimanya dari suasana misterius ruangan itu dan juga sosok orang tua itu.
"Dewa ya. Yah, dalam tempat seperti, dan suasana seperti ini, aneh mengatakannya."
Meskipun itu mengejutkan apakah itu hanya candaan ketika dia diberi tahu, kredibilitasnya menjadi tinggi dengan berada di tempat itu.
[Umu umu, Pemahamanmu yang cepat itu membantuku. Satu pertanyaan singkat, apakah kamu ingat apa yang kamu lakukan sebelum kamu datang ke tempat ini?]
◇ ◈ read only at asw-tenan ◈ ◇
Dewa bertanya dengan menyipitkan matanya, Athal kemudian mengingat-ingat ingatannya sebelum datang ke tempat itu.
"Kalau tidak salah....... Aku seharusnya sedang bermain Game di rumah. itu yang selalu aku lakukan."
Dalam ingatannya, Athal selalu bermain game Gun Shooting yang dimainkan dengan controller berbentuk pistol dan VR.
Athal pernah menembak dengan senapan sniper ketika dia homestay masih siswa SMA di amerika, tidak dapat melupakan sensasi waktu itu dan terjundalam game semacam itu. Setelah dia tahu kebahagiaan menjatuhkan musuh secara akurat dalam game, dia menjadi tergila-gila untuk menguasainya.
"Begitu, lalu apa kamu ingat sisanya?"
Dewa terus bertanya kepada Athal. Athal berpikir sejenak. Namun, meskipun dia mencoba mengingatnya, tidak ada ingatan, hanya ada sesuatu seperti berada di tempat berkabut.
"........Setelah bermain game... Tidak, aku tidak punya ingatan setelah itu."
Tidak peduli berapa kali dia berpikir, dia tidak bisa mengingat apapun. Athal pun hanya bisa menyerah akan jawabannya.
[Fumu, Jadi seperti itu. Lalu biarkan aku menjelaskan, kamu ditusuk dari belakang saat kamu sedang bermain game menggunakan konsol. Tampaknya kamu tidak sadar ada penyusup karena kamu hidup sendirian dan sedang berkonsentrasi pada game.]
Dewa mengatakan itu seolah-olah membicarakan tentang cuaca hari ini. Namun itu adalah kata-kata yang mengejutkan bagi Athal yang diberitahu penyebab kematiannya.
"D-ditusuk? Itu berarti aku sudah mati!?"
Dewa diam-diam bebisik kepada Athal yang kebingungan. Suasana disekitar Dewa sudah memberi kepastian bahwa kematian Athal sudah pasti.
"Pa-padahal masih ada banyak hal yang ingin aku lakukan....."
Athal terkejut oleh undangan salah seorang rekan kerjanya, dia ingat kalau dia telah berjanji untuk bermain game survival pada hari munggu depan. dia tertarik pada senjata sejak homestaynya, jadi dia benar-benar menantikan janji pada hari minggu itu karena dia tidak punya pengalaman nyata berkumpul dan bertarung bersama.
Dewa berbicara dengan nada lembut kepada Athal yang menjatuhkan bahunya.
[Jika demikuan, maukah kamu pergi ke dunia dengan pertarungan?]
Athal mengangkat wajahnya pada perkataan dewa yang tidak terduga itu. Dia pikir dia akan ke surga karena dia sudah mati.
[Alasanku memanggilmu kesini adalah karena kupiir aku akan mereinkarnasimu. Dunia itu adalah dunia yang berbeda dengan bumi, tetapi akan ada banyak pertempuran..... akan ada perang antar negara dan pertempuran melawan monster. Selain itu, ada berbagai masalah yang terjadi diberbagai tempat dan gerakan yang mengganggu. Aku harap kamu akan pergi kesana untuk melenyapkan salah satu dari mereka.]
Mengatakan dengan wajah yang sulit bahwa dunia itu sedang dalam kesulitan. Tampaknya dewa tidak dapat berbuat banyak.
"Reinkatnasi, tetapi......"
Menyerah sekarang. Bahkan jika dia pergi ke dunia seperti itu, dia akan menyerah karena dia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa pengalaman nyata. Athal ragu akan dua gagasan itu.
[Umu umu, aku yakin kamu khawatir tentang itu."
Dewa membaca hati Athal yang diam. Dia memiliki kesan yang baik pada diri Athal yang diberkati dengan akal sehat daripada kegilaan akan pertempuran.
[Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Terlalu berbahaya untuk pergi ke dunia luar dan bertempur tanpa persiapan. karena itu aku akan memberikan beberapa layanan.]
Athal melihat ke dewa setelah mendengar kata layanan. Disana ada dewa menawarkan dengan ekspresi ceria dan tawa gembira.
"Layanan? apa yang akan anda lakuka untukku?"
Dewa tersenyum ketika dia menmakan usulan itu.
[Umu, pertama yang paling penting adalah ingatan. Meski aku mengatakan kalau itu adalah reinkarnasi, tapi biarkan aku menjadikannya sebagai bentuk transfer. Bagaimana? Itulah warp yang akan kau alami ke dunia itu. kemudian, dimungkinkan bagimu untuk pergi kesana seperti keadaanmu saat ini.]
Dengan rencana itu, satu kekhawatiran Athal lenyap. Ada cahaya di mata Athal dalam usulan yang nyaman baginya itu.
[Kemudian, yang kedua.... selama perpindahan, modifikasi tubuh akan terjadi ketika pergi dari bumi ke dunia itu. Hasilnya, kemampuan fisikmu meningkat secara keseluruhan. Yang ketiga, senjata khusus untukmu. Bagaimana kalau menggunakan senapan seperti yang kamu sebutkan sebelumnya? Karena dunia itu adalah dunia pedang dan sihir, adi hanya kamu yang memiliki senjata senapan itu.]
Itu juga usulan yang menarik bagi Athal, dan akan jauh lebih menarik dibanding game survival ketika kau bisa bertarung dengan senjata favoritmu secara nyata.
[Mungkinakan ada keperluan untuk membunuh orang, Karena kamu bisa saja mati jika kamu ragu-ragu, jadi aku akan menambahkan kekuatan mental.]
"Mmmmmmm, Kondisinya lumayan..... Bisakah saya mengusulkan sesuatu?"
Sambil memeriksa kondisi yang dewa berikan, Athal datang dengan suatu usulan. Dia sudah mendapat banyak layanan tapi jika dewa mau mendengarkan sedikit, mungkin saja ada harapan dia akan mendapatkannya.
[Apa itu? Katakan padaku apa yang kamu maksudkan.]
Dewa tertarik pada apa yang diinginkan Athal karena hal-hal itu akan jadi kenyataan.
"Senjata haruslah Sniper Riffle dan juga saya ingin kemampuan untuk membuat peluru."
[Apa itu baik-baik saja?]
Dewa terkejut dengan usulan Athal karena dia mengira itu akan menjadi keabadian atau kemampuan magis.
"Ya, saya ingin Sniper Riffle yang bebas dari perawatan dan tidak bisa rusak. Lalu aku ingin kemampuan yang mampu membuat peluru dengan berbagai kemampuan, bukan hanya peluru timah."
Athal pikir jika dia hanya mendapat senjata, dia tidak akan mendapat peluru. Dan karena dia mendengan kalau itu adalah dunia pedang dan sihir, dia butuh berbagai jenis amunisi untuk bertahan.
[Fumu fumu. menarik. Biarkan aku menjawab gagasanmu, kemudian mari kita buat remodeling senapan lain. itu akan lebih menarik jika bisa sedikit melakukan sesuatu.]
Mendengar gagasan Athal, Dewa mulai tersenyum jahat seperti senyum anak nakal.
"Kuku~..... Itu menarik, Jadi bisakah anda membuatnya?"
Athal terbawa sesaat dengan senyuman dewa, tapi segera kembali, dan jika itu baik-baik saja, dia akan mulai mempelajari berbagai kemampuan.
Karena tidak ada batasan waktu di tempat itu, keduanya terus berbicara selama tiga hari waktu bumi.
Dan pada hari keempat waktu bumi, Athal menuju ke dunia baru.
◆ ◇ ◈ ◇ ◆
>> INDEX <<
<< NEXT >>
Lagi keasyikan nge-RAW Anjir....
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer
