Mushoku no Eiyuu Chapter 07 – Aku Tidak Bercanda Pak Tua
Chapter 07 – Aku Tidak Bercanda Pak Tua
dipantaw oleh: ASW
saos: syosetu
◆ ◇ ◈ ◇ ◆
*Gotogotogotogoto* Kereta kuda berjalan diatas jalanan berbatu, menimbulkan suara benturan.
Aku bertanya pada pak tua itu.
“Berapa lama lagi untuk sampai ke Kota Pedang?”
“Karena masih ada tiga pos lagi, jika perjalanan ini berlangsung lancar, kita akan tiba lusa siang”
Pak tua itu menjawab dengan santai.
Dua hari?
Sudah lebih dari satu pekan perjalanan kesana, sudah hampir sampai ya.
Lima tahun telah berlalu sejak saat itu.
Umurku sekarang sudah 15 tahun.
Pada ulang tahunku ke 15, aku memberi tahu ayah dan ibu kalau aku akan meninggalkan rumah.
Tidak ada satupun dari mereka yang menentang.
Aku benar-benar dicintai dan disayangi.
Dan sekarang aku menuju Bresgia, kota yang dijuluki “Kota Pedang”.
Kota itu adalah tempat yang selalu ingin aku kunjungi.
Di Bresgia, orang-orang dari penjuru dunia yang mendedikasikan diri dalam berperdang berkumpul.
Mereka bekerja keras bersama untuk mencapai ketinggian selanjutnya.
Ibu pernah tinggal di kota ini sebelumnya, dan aku sering diberi tahu tentang kisah ibu disana sejak aku masih kecil.
“Mau apa kau ke Kota Pedang, gan?”
Aku mendengar seorang pria yang berada di awal dua puluhan bicara.
“Elu juga”
“Kenapa ya, itu karena impian pendekar pedang. Meski banyak juga orang yang frustasi karena levelnya yang terlalu tinggi. Pendekar pedang yang tinggal dekat denganku, melarikan diri dalam waktu kurang dari setengah tahun”
Pria itu mengangkat sudut mulutnya ketika dia melihat ke arahku.
“Kukuku, berapa lama kamu bakalan, gan?”
Seorang wanita yang seusia dengan pria itu bicara.
“Kebetulan, aku juga mau ke Kota Pedang”
Seorang pria mendenguskan hidungnya.
“Hn, mengayunkan pedang tidak diperuntukkan bagi wanita”
“Ara, bukankah itu pikiran kuno, apa kau jangan-jangan dari desa?”
“Apa katamu~?”
“Yang penting itu [Class], jenis kelamin bukan masalah”
“Ha~, kalau begitu coba katakan, apakah itu kelas yang bagus?
Itu bukan [Basic Class] [Swordsman] kan?”
“Tentu saja, ini [Advance Class] tahu. Aku adalah [Dual Swordsman]. Seperti yang kau tahu ini punya kekuatan serangan yang sangat bagus diantara [Advance Class]”
Dibandingkan [Basic Class], [Advance Class] punya lebih banyak jenis.
Bisa dibilang [Advance Class] ditentukan dari sifat dan pengalaman orang itu atau skill yang diperoleh.
Dan tentu saja ada yang populer dan yang tidak populer.
“Cih”
Pria itu acuh tak acuh.
Sedangkan wanita itu tertawa akan kemenangannya.
“Bagaimana denganmu?”
“....Aku seorang [Gladiator]”
“Apa-apaan itu, bukankah itu [Advance Class] yang tidak biasa”
“Aku tak suka disamakan dengan wanita”
“Pria yang merepotkan..... jika kau bilang [Advance Class], bukannya itu [Sword Kaizer] atau [Sword Princess]. Dan untuk [Upper-Advance Class] hanya ada satu orang.”
Kemudian mereka melihat kearahku.
“Bagaimana denganmu, gan?”
“Jadi, bagaimana denganmu?”
Aku menjawab semua pertanyaan itu.
“Aku [Classless]”
Mata kedua orang itu membulat.
Tawa dapat terdengar dari mereka sementara waktu.
“Kukuku, hahahahah! Gan, apa lu beneran [Classless]?”
“Bukankah menyedihkan jadi tertawaan?. Kau menjadi [Classless] bukan karena menginginkannya..... pufufu~”
Wanita itu bicara tanpa berpikir.
“Yah, untuk apa seorang [Classless] pergi ke Kota Pedang? Oh begitu, untuk jalan-jalan! Katakan itu sejak awal! Itu membuat kami bingung.”
“Ini bukan untuk jalan-jalan. Ini untuk puncak berpedang.”
Dengan jelas ditolak.
“Bufufu~!? [Classless] menuju puncak jalan pedang? Hahahaha! Ini masterpiece!”
“Lelucon yang sangat bagus, Nak, tidak baik bercanda dengan orang tua”
“Aku tidak bercanda”
Saat aku mencoba menegaskan, tawa terdengar dari penumpang lain.
Jika dilihat dari dekat, bahkan pak tua itu mengelengkan bahunya.
“Tidak, aku sudah mengalami ini sejak lama. Sampai saat ini, aku telah melihat sejumlah pendekar pedang pergi ke Kota Pedang dengan ambisi. Tapi ini pertama kalinya untuk [Classless]”
Fumu.
Tentu saja, seperti yang diharapkan jika aku menjawab dengan jujur kalau aku adalah [Classless], aku akan mendapatkan reaksi seperti ini.
Tapi memang benar kalau aku [Classless]
tidak ada gunanya menipu atau berbohong.
Itu tidak mengubah pendirianku meski diejek oleh orang lain.
Pada saat itu salah seorang penumpang berkata, “Hei!”
Sejumlah sosok muncul dari hutan.
“Apakah itu bandit?”
“Bukan, itu orc!”
Orc adalah monster humanoid.
Memiliki kepala menyerupai babi, dan hanya sedikit lebih tinggi dari orang dewasa, tapi kulitnya sangat tebal.
“Oi, bukannya itu lumayan banyak!?”
Salah satu penumpang berteriak.
Ada lebih dari sepuluh orc yang muncul satu per satu dari hutan.
Biasanya ada penjaga yang menaiki kuda untuk bersiap menghadapi serangan bandit maupun monster.
Namun, tidak ada pengawal di kereta kuda ini karena biayanya yang murah.
Atau mungkin sengaja tidak merekrut pengawal karena mengantisipasi penumpang yang menuju ke Kota Pedang.
“Tch, mau bagaimana lagi”
“jika jumlahnya hanya itu, kurasa ini akan mudah”
Pria dan wanita yang sebelumnya turun dari kereta.
Segera setelah itu, wajah mereka menjadi biru.
Tak lama, orc dengan badan paling besar muncul dari hutan.
“T-tidak mungkin... Orc King.....?!”
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer