Mushoku no Eiyuu Chapter 04 – Meskipun Tidak Bisa Dikatakan Hanya Karena Kemampuannya Yang Sama

Chapter 04 – Meskipun Tidak Bisa Dikatakan Hanya Karena Kemampuannya Yang Sama

dipantaw oleh: ASW
saos: syosetu
◆ ◇ ◈ ◇ ◆

Si rambut merah bicara.

“Aku telah memperoleh skill <Sword Technique – Intermediate>. Meskipun kami sama-sama [Swordsman], tapi aku berbeda dari dua anak itu”

Fumu. Menjadi [Swordsman] selama satu tahun dan sudah memperoleh skill <Sword Technique – Intermediate>.....

“.....itu, bukannya itu menakjubkan?”
“Na? Kau, apa kau bodoh? Untuk mendapatkan skill itu biasanya akan membutuhkan setidaknya dua atau tiga tahun!”
“Oh begitu ya, aku nggak tahu”

Rambut merah mengirimkan tatapan tajam ke arahku.

“[Classless] ini....”

Selain itu, kupikir itu alami kalau aku tidak familiar dengan [Swordsman] karena bagaimanapun aku seorang [Classless]

Yah selain itu, kenapa anak ini menunjukkan permusuhannya sejauh ini?
Bukankah ini pertemuan pertama kami.
Tidak, kota ini adalah kota kecil, aku mungkin pernah bertemu dengannya di suatu tempat.

Atau itu karena [Classless] memegang pedang, tidakkah kau terlalu peduli?

“Oh benar, dia anaknya ketua kelompok penjaga...”
“Oh, beneran?”

Si ikal dan boncel saling bertukar kata diam-diam.

Bicara tentang ketua kelompok penjaga, dia itu pak tua dengan rambut berwarna merah.
Apakah ada hubungannya dengan anak didepanku ini?
Kalau dibilang, warna rambutnya sama.

Aku ingin tahu jawaban pertanyaanku, lalu si rambut merah mengungkapkan identitasnya.

“Ketua kelompok penjaga, Evan, dia ayahku”

Begitu, itu berarti mereka orang tua dan anak.
Selain dari warna rambutnya, yang lainnya tidak tidak begitu mirip.

“Ibumu telah mengurus ayahku.”
“Begitukah”

Jika begitu, kenapa kau marah?
Aku benar-benar tak bisa mengerti maksudnya.

“.....Tapi aku akan katakan padamu dengan jelas”
“?”
“Pendekar pedang terbaik di kota ini adalah ayahku, bukan ibumu!”

Si rambut merah menggemertakkan giginya.

“Terlebih, kenapa semua orang tidak mengerti! Ayahku adalah yang terkuat! Wanita itu, bahkan tidak dapat mencapat kaki Pa―Ayahku!”


◇ ◈ ◇




Fumu.
Aku benar-benar mengerti.

“Dengan kata lain, kau itu adalah Father-con kan”
“Sa, salah!? Aku tidak seperti itu! Aku sungguh-sungguh menghormati Pa―Ayahku sebagai Pendekar pedang!”

Meskipun dia menyangkalnya, tidak ada keraguan.
Itu tidak seperti aku akan terganggu kalau ibuku dikatakan sebagai yang terbaik di kota bukannya ayahnya yang anak itu yakini.
Dan terlebih, dia malah berbalik memusuhiku yang hanya putranya.

“Ini sempurna, karena dengan ini aku bisa bertarung melawanmu, lebih tepatnya aku bersyukur”

Si rambut merah datang dengan usulan.
“Nah, Pertandingan berlangsung sampai <Divine Protection> tinggal setengah. Bagaimana dengan itu? Aku biasanya bertanding dengan kondisi seperti itu, Jadi kau bisa bertarung semaksimal mungkin”
“Baiklah kalau begitu”

Aku sudah mencobanya sebelumnya, pertandingan terakhir berakhir dalam satu serangan, aku sedikit tidak puas.

“Namun, tampaknya dengan [Classless] sepertimu ini akan segera berakhir!”

Kami memegang pedang satu sama lain.

“Ayo lakukan!”
“Umu”

*Kin kin kin kin kin kin kin kin kin kin*

Mu, seperti yang diharapkan dari skill <Sword Technique – Intermediate>.
Si ikal dan boncel tidak sebanding dalam kecepatan dan bera pedang.

*Kin kin kin kin kin kin kin kin kin kin*

Si rambut merah melompat mundur dan mengambil jeda.

“A, apa artinya ini!?”
“.......?”
“Dengan diriku yang memiliki skill <Sword Technique – Intermediate>. [Classless] sepertimu mengimbangiku dalam pertarungan jarak dekat!”

Aku juga ingin tahu kenapa.

“Mungkin bisa dibilang kemampuan kita setara”
“Itu menggelikan! Kau, apa kau benar-benar [Classless]!?”
“Aa~”
“Apa ada hal seperti itu!”

Bahkan jika dikatakan begitu, itu tak dapat dipungkiri karena itu kenyataannya.

“Kuh.... jangan main-main....”
“Tidak, aku tidak main-main”
“Diam. Aku takkan mungkin kalah darimu!”

Si rambut merah datang mendekat dengan marah.
Entah mengapa, dia orang yang mudah mendidih.

“Rasakan ini! <Double-Edged Cut>!”
“Apa?”

Seperti yang diharapkan, aku terkejut.
Alasannya karena pedang si rambut merah menyerangku dari kiri dan kanan dalam waktu yang sama.
Apakah ini.... suatu ilusi?

*Kin*

Aku hanya bisa mencegah dari satu sisi serangan.
Terlebih, itu bukan ide bagus kalau salah satu ari keduanya adalah ilusi.
Serangan yang mengenai pedangku memang memiliki berat tertentu, akan tetapi serangan yang cukup kuat mengenai sisi kiriku.
<Divine Protection> berkurang.

“Itulah skill seranganku! <Double-Edged Cut>”

Si rambut merah mengunkapkan identitas sebenarnya dari serangan itu dengan bangga.

Begitu ya, apakah itu skill serangan?

Skill dikatakan secara luas dibagi menjadi dua jenis.

Pertama adalah skill yang selalu aktif.
Sebagai contoh, <Sword Technique – Beginner> dan yang setara, akan selalu mempertahankan kondisi terbaik pendekar pedang kapanpun dan dimanapun.

Dan yang lainnya adalah skill yang aktif ketika dibutuhkan.
Ini adalah skill yang diaktifkan oleh seseorang secara sadar, dan skill serangan termasuk dalam jenis ini.
Jika terus aktif setiap saat, akan mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Seperti yang kau lihat, <Double-Edged Cut> adalah serangan yang mengirimkan dua tebasan dalam satu serangan. Tentu saja [Classless] sepertimu mustahil bisa meniru teknik ini.

Si rambut merah tersenyum penuh keyakinan akan kemenangannya dan mendekat.

“Bisakah kau benar-benar bisa menghindari ini?”

Tampaknya ada keyakinan mutlak dalam skill ini, dan begitu si rambut merah menembakkan <Double-Edged Cut> berturut-turut.

“<Double-Edged Cut>!”

*Kin*

“<Double-Edged Cut>!”

*Kin*

“<Double-Edged Cut>!”

*Kin*

“Haha! Sebentar lagi <Divine Protection>mu akan tersisa setengah!”

Fumu.
Tampaknya mustahil untuk menghindarinya dengan diriku tang sekarang ini.

Tapi teknik ini... aku ingin bisa menggunakannya bagaimanapun caranya.

◆ ◇ ◈ ◇ ◆

<< NEXT >>

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan