Penyihir Dosa Mematikan v1c32
sumur di ladang: Kakuyomu
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Tempat ini berada di luar halaman akademi. Daerah ini tertutup rapat dengan pepohonan, dan matahari bersinar terang menerobos di antara pepohonan.
Julis, yang telah berjalan satu jam dari akademi dengan berjalan kaki, segera berjalan melalui Hutan Penyesat untuk berburu monster.
"Bukannya aneh ada kompetisi jalan kaki sekarang ini? Dimana kereta kudanya? Bukannya mereka biasanya nyiapin kereta? Maksudku, ini salah ngga ada kereta buatku di sini! Aku akan laporin sama Guru buat potong gajimu!"
Meskipun Caesar yang bersangkutan tidak mendengarnya, Julis masih berteriak ke langit.
Bagi seseorang yang telah menguasai Kemalasan and Kesombongan, perjalanan jarak jauh itu sangat menyiksa.
"Kebugaran fisik itu persyaratan dasar ahli sihir dan ksatria...... jadi jangan ngomong sesuatu yang tak perlu."
"Bener tu, Julis! Otot sama kekuatan itu keharusan buat cowok mana pun!"
"Ini terasa sangat nostalgia~, aku merasa bak di rumah saat di hutan seperti ini!"
Anastasia, Richard, dan Mirabelle berjalan di belakang Julis.
Tidak ada seorang pun kecuali Julis dkk yang terlihat————yang tidak mengejutkan karena pihak lain memasuki hutan pada waktu dan tempat yang berbeda. Tentu saja, Caesar sedang menunggu di posisi di mana dia bisa melihat sinyal tanda.
"Yah, ngga apa sih...... tapi aku khawatir sama Cecilia......"
"Kau terlalu protektif."
"Diam."
Cecilia bukan tipe petarung. Jadi, mungkin tidak mengherankan jika Julis khawatir————dia mendengar bahwa Byrne, yang baru saja mendekati Cecillia tempo hari, juga berada di kelompok yang sama.
"Yah, tapi tak apa-apa kan? Emilia adalah yang terkuat kedua setelah Julis, kan?"
Faktanya, Emilia kuat dalam sihir dan pertarungan.
Dia memiliki citra putri yang lemah, tapi ternyata tidak demikian.
Dia adalah seorang penyihir yang telah mencapai hasil terbaik berikutnya dalam keterampilan praktis setelah Julis, dan dia berhasil menyingkirkan orang lain dengan kekuatan sihirnya yang luar biasa.......
Kemampuannya lebih besar dari Anastasia dan yang lainnya, dan dia tidak akan tertinggal di belakang mereka.
"......Yah, iya sih, tapi..."
Tetap saja, Julis menoleh padanya dengan kekhawatiran.
"Omong-omong, aku selalu penasaran ...... gimana Julis-kun sama Cecilia-chan bertemu?"
Saat mereka menjelajah dengan pertukaran seperti itu, Mirabelle tiba-tiba mengajukan pertanyaan.
"Aaa, itu juga sesuatu yang membuatku penasaran."
"Aku juga!"
Seolah-olah mereka sinkron, mereka bertanya pada Julis yang berjalan di depan mereka.
"Tapi aku engga ngerasa kalo itu menarik atau dramatis......"
Tanpa melakukan kontak wajah, Julis memberitahu mereka dengan jelas, mengingat masa lalu.
"Aku kebetulan ketemu sama dia pas dia sedang di perjalanan misionarisnya. Terus, buat beberapa alasan, Cecilia ngga mau pulang dari rumah kami————terus yah, gini deh."
"Hmmm......"
"Begitu."
Julis mengaburkan bagian tentang Cecilia diserang oleh bandit. Menyebutkannya di sini hanya akan memperburuk suasana, dan Cecilia sendiri tidak memiliki perasaan yang baik tentang waktu itu,————oleh karenanya, itu adalah pertimbangannya.
"Beneran deh, kenapa dia ngga mau pulang sih......?"
Bahkan jika Cecilia adalah orang yang ingin dia lindungi, Cecilia adalah dara suci yang berspesialisasi dalam penyembuhan————dia tidak memiliki kekuatan sendiri, dan akan ada batas sejauh mana Julis sendiri bisa melindunginya.
Jika itu masalahnya, lebih aman juka Cecilia dilindungi di bawah ksatria dan pengawal yang kuat————dan itulah mengapa dia ingin dia...... pulang ke gereja sesegera mungkin.
(Tapi selama ada aku, aku ngga bakalan ngelepasin tangannya......)
Kemudian saat itu————
[Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!]
Dari balik rerumputan di depan mereka, dia mendengar suatu raungan.
Serigala dengan bulu hitam kotor dan mulut mengeluarkan air liur yang ganas memperlihatkan taring yang tampak tajam.
"Itu Serigala Hitam......"
Begitu Richard dan yang lainnya melihat Serigala Hitam, mereka segera mulai mengatur formasi mereka.
Tujuh Serigala Hitam muncul satu demi satu. Ini tidak biasa untuk Serigala Hitam, yang pada dasarnya hidup menyendiri.
Richard dan yang lainnya menjadi semakin waspada. Mereka tidak boleh lengah dalam pertaruhan kehidupan————bahkan jika lawan mereka lemah.
Tetapi————
"Hei, Mirabelle? Kulit Serigala Hitam punya harga yang bagus banget, kan?"
"Eh......!? Itu, iya...."
Mirabelle terkejut dengan kata-kata Julis, yang tidak menunjukkan kewaspadaan sama sekali, tetapi masih berusaha menjawabnya.
Serigala Hitam, bukanlah monster yang kuat, tetapi kulitnya digunakan untuk berbagai senjata dan baju zirah, jadi itu dijual dengan harga yang wajar.
Mendengar ini, Julis tertawa samar.
"Seingatnya aku, Caesar-sensei nyuruh kita buat bawa cuma ekornya ya kan......, artinya aku bisa semauku sama bagian lain————Kalo gitu, aku bakal ambil terus jual...... abis itu aku bisa dapet duit buat jajan ke sarkem...... Ya, bisa ini mah!!!!"
Julis bergumam pada dirinya sendiri.
Mirabelle dan yang lainnya, yang tidak bisa mendengarnya dengan jelas, hanya bertanya-tanya dan mengkhawatirkan perilaku Julis.
Mereka hanya bisa mengingat.
"Aku mau...... mau, kelewat mau...... uang, bahan-bahan, kalian semua, aku mau semuanya————Aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau, aku mau."
Mirabelle dan yang lainnya terkejut ketika Julis mulai mengoceh dengan semangat.
Mirabelle dan yang lainnya terkejut dengan perubahan mendadak dalam perilaku Julis, dan pada keserakahannya. Fokus Mirabelle dan yang lainnya dialihkan bukan pada serigala hitam, tetapi pada Julis, yang berdiri di depan mereka.
[Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!]
Sekelompok Serigala Hitam menggeram dan secara bertahap menutup jarak. Mereka berusaha memuaskan rasa lapar mereka dengan memangsa Julis dan yang lainnya.
Tapi Julis tidak gentar.
"Aa, ...... aku mau kalian semua. Demi kepuasan keserakahanku, aku pengen kalian semua."
Kemudian————
"Hak buat gerakin anggota tubuh kalian sendiri, Serigala hitam————Aku cabut semuanya."
Serigala Hitam di depan Julis runtuh ke tanah dalam sekejap.
♦♦♦
"Wuhuu mantap! Serigala Hitam ini punyaku semua~!"
Ketika Julis memastikan bahwa Serigala Hitam telah jatuh, dia pergi ke arah mereka dengan ekspresi bahagia di wajahnya.
Kemudian, satu demi satu, dia menusukkan pedangnya ke leher Serigala Hitam yang tak melawan dan menuai nyawa mereka.
Pemandangan itu gila. Mungkin masih belum bisa memahami pemandangan dan kejadian yang terjadi di depan mata mereka, Mirabelle dan yang lainnya hanya berdiri di sana dengan mulut menganga.
Namun meski begitu, Julis terus menuai nyawa Serigala Hitam.
Anastasia, yang telah kembali ke kenyataan, membuka mulutnya atas nama yang lain.
"K, kau......, apa yang kau lakukan?"
"Hmm?"
Mungkin bereaksi terhadap suaranya, Julis berhenti menggerakkan tangannya untuk menggerakkan pedangnya dan mengalihkan perhatiannya ke Anastasia.
"Aku ngapain ya...... aku baru aja ngerampas hak mereka buat gerakin anggota tubuh mereka sendiri?"
Julis menjawab dengan santai. Tapi Anastasia masih belum sepenuhnya mengerti.
"Avaritia punyaku————itu adalah teknik sihir dosa mematikan yang ngumpulin hak. Entah itu bernafas, menghabiskan uang, atau membalikkan pikiran itu...... selalu ada hak di sana, dan aku ngambil hak itu atas nama keserakahan————Teknik sihir macem itu lah kira-kira."
Avaritia Julis.
Teknik sihir yang menyandang nama keserakahan adalah sihir yang mengumpulkan hak atas segala sesuatu.
Hak melekat pada diri sendiri dan orang lain tanpa menyadarinya, tetapi hak itu tidak dapat dicabut.
Tapi Julis bisa mengambil hak tersebut————dan mengembalikannya.
Itu adalah teknik sihir Avaritia,...... teknik sihir keinginan Julis untuk memiliki sesuatu untuk dirinya sendiri.
"A, apa itu bisa dipake ke kita?"
Mirabelle bertanya dengan rasa takut.
"......Yah, bukan mustahil sih. Tapi biarpun aku bisa, aku ngga bisa ngelakukin seperti yang aku lakuin sama serigala-serigala ini....... karena Avaritia punyaku itu teknik sihir yang mengganggu kesadaran pihak lain."
"Kesadaran......?"
"Ya. Hak dijalankan dalam kesadaran seseorang....... Oleh karena itu, Avaritia ini ngga bisa ngumpulin hak tanpa mengintervensi dalam kesadaran dan dapet izin dari pihak lain————yang artinya, aku ngga bisa pake kalo mereka nolak Avaritia punyaku."
Itulah mengapa Julis hanya menggunakan Avaritia pada makhluk tak berakal seperti monster.
Avaritia dapat mempengaruhi area yang luas dan semua yang ada di dalam bidang penglihatannya, tetapi tidak mungkin untuk mencabut hak jika puhak lain menolak.
Dalam hal ini, monster tidak punya pikiran untuk menyadari hak mereka, jadi mereka hanya bisa mengizinkan semua hak yang diinginkan Julis————seperti Serigala Hitam dalam kasus ini.
(Yah, ada pengecualian sih, tapi...... ngga ada gunanya buat nyebutinnya......)
Jika target menolak, Avaritia Julis tidak akan terpicu.
Tapi sebaliknya, jika target tidak menolak, dia bisa merampas semua haknya.
Tapi dia tidak akan menyebutkan hal itu di sini.
"Aku lega mendengarnya, kalau tidak...... itu akan mengerikan."
"B, bener...... aku agak merinding......"
Anastasia dan yang lainnya lega mendengar kata-kata Julis.
Melihat ini, Julis mengangkat bahu.
"Aku ini seorang pria serakah, dan itu mutlak, tapi aku ngga sekejam itu......, bahkan kalo itu ngga muasin, keserakahanku."
Dengan demikian, Julis dan kelompoknya mencapai kuota mereka segera setelah mereka mulai.
"Sekarang, kesenangan akan segera dimulai......!!!"
Seorang pengikut kultus sesat bersembunyi di balik bayang-bayang.
Senyum nihilistik orang itu larut ke dalam semak-semak.
[Bersambung]
Regards: Mimin-sama
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =
NOTE:
Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~
Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer