Penyihir Dosa Mematikan v1c6

Akademi Sihir Sang Penyihir Dosa Mematikan
Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi

holy wellspring: kakuyomu

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Menuju Ibukota Kerajaan


Mendengar bahwa ujian masuk akan diadakan lusa, Julis dan Cecilia berangkat ke ibukota kerajaan pada siang hari itu.
Marianne dan semua pelayan datang untuk mengantar mereka pergi, juga orang-orang yang mendengar kabar itu.

Marsha, untuk beberapa alasan, terkubur dalam lubang dan tidak bisa datang mengatar mereka pergi.
Dengan diantar sorakan hangat dari semua orang, Julis dan Cecilia pergi, tanpa kereta atau pengawal yang disiapkan untuk merekaーーーー

"I, ini luar biasa, Julis! Pemandangannya berubah sekejap mata!"

"Ngga apa-apa buat bersemangat, tapi jangan pernah lepasin tanganku, oke?"

ーーーーKarena mereka terbang di langit.

Sosok Julis yang menggendong Cecilia di gendongan tuan putri menghilang dalam sekejap.
Saat berikutnya mereka muncul, itu telah jauh di depan di langit. Dan kemudian, saat mengalami sedikit sensasi mengambang, mereka menghilang lagi, dan sekali lagi, sudah jauh ke depanーーーーmenuju ibukota kerajaan.

......Yah, keduanya memang ada di langit, tapi kata "terbang" mungkin sedikit keliru.

Mungkin orang-orang yang melihat mereka akan berpikir begituーーーー

"Ini kaya teleportasi aja!"

"...... Yah, mungkin gitu?"

Mereka tidak terbang, tetapi bergerak.
Jika orang lain melihat ini, mereka mungkin akan terkejutーーーーItulah mengapa Julis dan Cecilia bergerak di langit, menuji ibukota kerajaan.

Jarak ke ibukota kerajaan, yang akan memakan waktu dua bulan, dipersingkat dalam sekejap mata.
Alasan mengapa Marsha tidak menyiapkan kereta dan pengawalan untuk mereka mungkin karena itu tidak perlu.

"Tapi sihir Julis beneran luar biasa....... Teleportasi itu sesuatu yang ngga bisa ditiru bahkan sama sihir modern saat ini."

"Tapi buat lebih tepatnya, ini bukan teleportasi, tahu?"

"Apa begitu?"

Cecilia menatap wajah Julis dengan heran.
Tapi Julis tidak membalas tatapannya, karena dia mengutamakan keselamatan.

"Ya ......, kalo ada, ini bukan 'kita yang bergerak', tapi 'dunia yang bergerak buat kita'."

"......Dunia?"

"Ya, bener. Pikirin coba, kenapa aku mesti menggerakkan diri aku buat bergerak? Kalo aku mau bergerak, wajarkan kalo pihak lain yang bergerak buat aku ....... Coba buat gerakin aku itu kelewat keterlaluan."

Sihir yang dibuat Julis ini adalah "untuk memindahkan koordinat di bidang penglihatannya ke koordinat di mana dia berada".
Dengan mengatur koordinat di tempat tertentu dari bidang pandangnya dan memindahkannya ke koordinatnya, koordinatnya sendiri akan ditimpa ulang...... Koordinat yang dia atur akan bergeser dan akan terlihat seolah-olah dia bergerak.

Inilah mengapa kelihatannya mereka bergerak pada saat itu juga, namun mereka mampu bergerak dengan kecepatan tinggi menembus langit yang tanpa pijakan.


"Fufuu, sombong, ya."

"Wajar lah......inilah sihir Superbia."

"Kalo gitu, Julis yang biasa ngga sombong sama sekali, kan? lebih ke sederhana atau dewasa......"

"......Berisik."

Tidak mudah untuk berperilaku seperti itu, bahkan jika dia mencoba.
......Inilah sebabnya dia mungkin melahirkan sihir Superbia, pikir Julis tiba-tiba.

"Kalo gitu, aku bakal kerahin semuanya sekaligus....... Sama sekali jangan pernah lepasin, ngerti?"

"Ngerti!"

"...... Sama sekali jangan, kamu ngerti?"

"Apa kamu pura-pura? Apa Julis ingin aku buat lepasin?"

"Hahaha!"

Dengan sedikit keceriaan, Julis langsung menembus angkasa menuju ibukota kerajaan menggunakan Superbia.

"* * * * * * * this content has stolen from: asw-tenan[.]blogspot[.]com * * * * * *"
Regards: Mimin-sama


♦️♦️♦️



"Haa... haa... ugh! Aku ga bisa gerak lagi, ngga bisa!"

Tidak jauh dari ibukota kerajaan, di padang rumput. Jika mereka melihat sekeliling, mereka bisa melihat benteng yang mengelilingi ibukota kerajaan, dan tempat ini tanpa penghalang sama sekali memberi mereka perasaan segar.

Di padang rumput seperti itu, Julis berbaring, terengah-engah.
Cecilia, di sisi lain, meletakkan kepala Julis di pangkuannya dan membelai kepalanya dengan penuh kasih sayang. Itu adalah yang disebut bantal pangkuan.

"Terima kasih buat kerja kerasnya."

"Betul! Makasih buat kerja kerasnya, diriku!"

Enam jam telah berlalu sejak keberangkatan mereka. Julis dan Cecilia berhasil mencapai ibukota kerajaan dengan selamat.
Yang tersisa untuk dilakukan adalah melewati pos pemeriksaan dan check-in di Akademi Sihir.
Kemudian mereka dapat bersantai di kasur yang empuk.

(Aah~......, tapi tetep kaya gini mungkin bakal baik-baik aja......)

Dia yakin bantal pangkuan Cecilia lebih nyaman daripada penginapan kelas atas mana punーーーーmungkin bahkan lebih memuaskan......pikir Julis.

"Kalo kamu capek, aku bisa pake sihirku untuk pulihin kamu, lho."

"Ngga apa-apa, mungkin ngga bakal berpengaruh apa-apa sama aku. Kelelahannya aku sekarang ini bukan secara fisik, tapi mental."

"Mental...?"

"Ya, juga......, sihirku ngga make mana di dalam tubuhkuーーーーgantinya, sihirku "diwujudin lewat manfaatin mana di udara"."

Sihir diwujudkan dengan menempatkan mana yang berada di dalam tubuh pada sebuah gambaran untuk menciptakan sebuah fenomena, tetapi teknik sihir yang dibuat Julis diwujudkan dengan menempatkan mana di luar tubuh pada sebuah gambaran untuk menciptakan sebuah fenomena.

Inilah mengapa Julis, yang tidak memiliki mana, dapat menggunakannya dan konsep batas mana tidak lagi ada untuknya.

"Tapi teknik sihir ini juga ngga mahakuasa...... Misalnya, ada 'batasan' saat makenya, juga ngumpulin mana di luar tubuh terus ngewujudin teknik sihirnguras lebih banyak pikiran dibanding ngewujudin sihir umum....... Haa."

"Ummm....... Aku ngga begitu mengerti, tapiーーーーsingkatnya, kamu lelah, kan?"

"Tul, betul......, jadi pulihin aku dong."

"Fufu~, kalo gitu mari kita rehat bentar di sini."

Cecilia terus mengelus kepala lesu Julis.
Pada pandangan pertama, dia mungkin terlihat malas, tetapi Cecilia pikir tidak apa-apa untuk saat ini.

"Kamu udah lakuin yang terbaik."

Cecilia tersenyum lembut pada Julis.


= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Makasih udah mampir kesini lurrr!!!
Baca WN "Akademi Sihir Sang Penyihir Dosa Mematikan" cuma di blog ini ya~.

Sampe jumpa lagi di chapter berikutnya.
Jangan lupa tinggalin komentar ya~
Like FP juga boleh~
Monggo, Silakan yang mau traktir bisa ngacir ke Trakteer

Posted in  Mahou Gakuen
NEXT

Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan