Penyihir Dosa Mematikan v1c2

Mahou Gakuen no Taizai Majutsushi
Akademi Sihir Sang Penyihir Dosa Mematikan

holy wellspring: Kakuyomu

= = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Arc 1 Pendaftaran ke Akademi Sihir Kerajaan

Julis dan Cecilia


Julis Anderberg adalah putra Viscount penguasa dari daerah pinggiran Anderberg.
Dia berusia lima belas tahun, yang berarti dia telah mencapai usia dewasa menurut pandangan publik.

Rutinitas paginya terlambat.
Pada dasarnya, orang bangun beberapa saat setelah matahari terbit.
Tapi dia bangun sekitar pukul sepuluh pagi. Karena itu, dia tidak pernah sarapan bersama keluarganya.

Orang tuanya, tidak seperti dia, bangun secara teratur di pagi hari.
Mereka tidak sombong karena mereka bangsawan, dan bangun pada waktu yang telah ditentukan sendiri, yang sangat berlawanan dengan Julis.

Namun akhir-akhir ini, rutinitas Julis telah berubahーーーー

"Julis, ayo bangun! Udah pagi!"

Matahari belum juga mulai terbit.
Tapi suara yang indah terdengar dari ruangan tertentu di sebuah rumah besar.

Rambut pirang yang tergerai hingga pinggang, seragam biarawati putih dengan ornamen emas yang dikenakannya, menunjukkan keilahiannya.

"Empat jam, lagi ......"

"Tidur empat jam lagi ngga bagus, tahu!"

Gadis pirang itu menghela nafas pada anak laki-laki yang masih tidak mau bangun.
Di tempat tidur yang tidak terlalu besar, seorang anak laki-laki berambut abu-abu meringkuk di bawah selimut dengan hanya kepalanya yang mengintip keluar, mencoba melewati pagi yang nyaman.

"......Aku males."

Gadis itu tampak tidak senang pada anak laki-laki yang tidak mau bangun.
Gimana cara aku bisa bangunin dia? Gimana biar aku bisa biat dia lihat aku? Gadis itu berpikir.
Dan sebagai hasil dari memikirkannya dengan kepalanya yang mungilーーーー

"......Julis, kalo kamu ngga bangun, aku bakal tidur sama kamu, oke?"

"Ya, Met pagi Cecilia!"

"Fufu, Selamat pagi."

Kata-kata yang dia bisikkan di telinganya tampaknya memiliki efek yang luar biasa.
Anak laki-laki bernama Julis segera bangkit dan memberinya salam ceria. Cecilia tertawa tanpa sengaja pada perubahan mendadaknya seperti itu.

"...Hei, bisakah tolong berhenti bangunin aku kaya gitu tiap saat? Aku bakal kena serangan jantung di pagi hari."

"Kalo gitu, tolong bangun yang bener. Ini bukan salahnya aku! Ini salahnya Julis!"

Cecilia marah dengan pipinya yang menggembung.
Aku cuma datang buat bangunin kamu. Ini salahnya Julis coba tidur lagi......, pikir Cecilia.

"Ampun....tapi kamu tahu? Ancaman kaya itu buruk buat jantung. Itu bakal mendekin hidupku, jujur."

"...... Apa kamu begitu enggannya buat tidur sama aku?"

"Ya."

"Kamu ngga perlu nolak aku secepat itu....... Aku mau, tidur sama Julis."

Julis merasa bersalah saat melihat wajah Cecilia yang cemberut.
Sejujurnya, Julis juga ingin tidur dengan Cecilia.

Rambut pirang terang, kulit putih halus, wajah menawan dan bulat, dan tubuh mungil yang mengingatkan pada binatang kecil.
Cecilia adalah gadis yang sangat cantik. Jika dia tidak ingin tidur dengan gadis cantik seperti itu, dia telah kehilangan fungsinya sebagai seorang pria.
Bahkan Julis ingin memamerkan benda hebatannya kepada Cecilia!

(Yah, aku rasa Cecilia cuma pingin tidur aja sama aku.......)

"* * * * * * * this content has stolen from: asw-tenan[.]blogspot[.]com * * * * * *"
Regards: Mimin-sama


Cecilia adalah gadis yang murni dan polos.
Pernyataan itu tidak memiliki konotasi amoral yang sama seperti Julis.

Tapi Julis dan yang lainnya berbeda.
Menghabiskan malam di tempat tidur bersama pasti memiliki konotasi seperti itu.
Itulah mengapa Julis dengan tegas menolak Cecilia, yang dia sangat ingin tidur dengannya.

Atau dengan kata lainーーーー

"Jika aku tidur dengan Cecilia, seorang Dara Suci, aku akan dibunuh......"

"Hah? Kenapa Julis akan dibunuh?"

Berbeda dengan Julis yang melontarkan kata-kata berat, Cecilia membalas dengan memiringkan kepalanya dengan gerakan lucu.
Gerakan itu sangat lucu sehingga Julis tergoda untuk melakukan lupin dive saat itu juga, tetapi dia menahannya.
Lupin Dive





Cecilia, yang berada tepat di depan Julis.
Dia adalah salah satu dari hanya tiga pendeta wanita di gerejaーーーーyang bergelar "Dara Suci".

Sebagai keberadaan yang paling dekat dengan dewi yang dia percayai, dia menerima kepercayaan dan melindungi orang-orang dari bencana, menyembuhkan mereka dengan berkah sang dewi, dan memimpin dunia ke arah yang seharusnya.
Demikianlah apa nilai dari Dara Suci.

Untuk alasan ini, para dara suci Gereja, yang disembah dalam skala global daripada skala nasional, bukanlah bangsawan, tetapi mereka dianggap berada dalam posisi yang lebih tinggi daripada bangsawan.
Faktanya, mereka memiliki peringkat tinggi yang dapat dianggap setara dengan seorang duke.
Begitulah luasnya kekuatan Gereja dan kepercayaan pada Dewi di negara ini!

Tetapi bagaimana jika seseorang dari keluarga Viscount mendapatkan dara suci seperti itu?

(Ini bukan cuma masalah membuat keributan saja.......)

Bukan karena mereka tidak bisa.
Hanya saja dia takut dengan reaksi orang-orang di sekitarnya begitu dia meletakkan tangannya di atasnya. Para bangsawan dari keluarga Count dan di atasnya tidak akan tinggal diam.
'Bagaimana bisa seseorang serendah viscount terikat dengan seorang dara suci?' dan seperti itu.

Inilah sebabnya mengapa Julis tidak bisa berbuat apa-apa.
Jika seorang bangsawan, bahkan seorang viscount di daerah terpencil seperti ini, menarik perhatian seorang bangsawan atau lebih, dia akan habis dalam sekejap.

"Yah, ayo kesampingin bagian tentang aku bakal dibunuh."

"Itu bukan masalah yang bisa gampang dikesampingin begitu aja ......"

"Lebih penting lagiーーーー"

Julis menatap mata Cecilia dengan saksama.
Dan kemudian, dia mengungkapkan pikirannya.

"...... Kapan kamu bakal pulang, Nona Dara Suci?"

Dara Suci biasanya tidak tinggal di tempat terpencil seperti ini.
Mereka harus melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, menyebarkan ajaran dan keyakinan mereka, dan menyediakan penyembuhan.

Itu sebabnya pendeta wanita tingkat atas sering berada di ibukota kerajaan, atau bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
Tapiーーーー

"Soalnya aku ngga bakal ninggalin tempat ini! Jujur, aku ngga punya niatan ninggalin Julis!"

"......Dara Suci macam apa anda ini?"

"Tuan Paus bilang kalo kami bebas lakuin apa yang kami mau, jadi ngga ada masalah. Juga tolong hentiin cara bicara kehormatan itu! Aku ngga suka!"

Adapun Cecilia, dia percaya bahwa tentu saja takdirnya sebagai dara suci untuk menyebarkan ajaran Dewi dan menyembuhkan orang.
Tapi tidak ada ikatan untuk itu. Dia bukan orang baik seperti yang orang-orang pikirkan.

Bahkan dara suci adalah manusia.
Itu sebabnya dia ingin bersama orang-orang yang dia sukaiーーーーbahkan Paus, otoritas tertinggi di Gereja, mengizinkannya.
Karena itu, Cecilia tidak berniat meninggalkan tempat ini. Tentu saja, ada syaratnya selama Julis ada di sini, tapi.

"...... Yah, aku ngga punya keluhan soal Cecilia ada di sini."

Itu bohong.
Sejujurnya, para bangsawan lain terus berkata, "Kalian menyimpan dara suci untuk kalian sendiri!" Jika memungkinkan, dia ingin dia segera meninggalkan tempat ini.
Tapi dia tidak bisa mengatakan itu padanya.
Bahkan Julis, yang berbicara secara terbuka dengannya, memperlakukan orang suci itu dengan sangat hati-hati dan menghormati pendapatnya sendiri.

"......... Selain itu, aku juga belum bisa balas budi kebaikannya Julis."

"......Hmm?"

"B, bukan apa-apa!"

Pipi Cecilia memerah dan dia menoleh ke samping.
Dia sepertinya menggumamkan sesuatu, tetapi Julis tidak bisa mendengarnya, jadi dia hanya memiringkan kepalanya.

(... Nah, kalo ayah dan ibu tidak punya masalah, aku juga.)

Bagaimanapun, dia hanyalah putra seorang viscount yang tidak mewarisi gelar apa pun.
Pada akhirnya, orang tuanya akan mengurus masalah antara bangsawan dan wilayah. Jadi, Julis harus tinggal di sini dan mengasuh Ceciliaーーーーitu yang dia pikirkan.

"Ah, ngomong-ngomong, Marsha-sama manggil kamu, tahu?"

"Ayah manggil?"

"Ya......beliau bilang ada sesuatu yang penting buat didiskusiin."

"... Heh?"

Apa hal orang itu mau?
Julis bertanya-tanya, tetapi jika ayahnya ingin melihatnya, dia harus segera pergi.

"Makasih, Cecilia. Aku berangkat sekarang."

"Tolong lakukan. Aku rasa beliau lagi ada di kafetaria."

"Oke."

Julis membangunkan kelopak matanya yang berat dan bangkit dari tempat tidurnya, yang dia sesali telah tinggalkan.
Dia kemudian meninggalkan kamarnya dengan Cecilia di sisinya.








"......Hei, luar masih keliatan gelapーーーー jam berapa sekarang, emangnya?"

"Jam empat pagi kayaknya?"

Bukannya ini kepagian?
Julis menjatuhkan bahunya, berpikir bahwa ritme kehidupan di rumahnya aneh.


= = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Monggo, Silakan yang mau traktir bisa ngacir ke



Mbah Du-chan (Atmin)Makasih udah mampir disini, jangan lupa buat ninggalin jejak.
Kalo ada kesalahan, koreksi, kritik, atau saran, kasih tau mimin di komentar ya~ Sampai ketemu lagi~

Dukung kami dengan memberikan beberapa suntikan BANSOS melalui Trakteer

Previous Post Next Post
No Comment
Add Comment
comment url
Discussion
Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel ~ Aku Suka Web-Novel
Takada Kuota - Takada Kuota - Takada Kuota
By: Mbah Du-chan